2020, Bojonegoro Sukses Bangun Jides, JUT dan Irigasi Perpompaan

451 0

BOJONEGORO – Sebagai salah satu upaya mendukung program pertanian di Kabupaten Bojonegoro, di tahun 2020 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta dan KP) Bojonegoro, telah sukses melaksanakan pembangunan beberapa Jaringan Irigasi Desa (Jides), Jalan Usaha Tani (JUT) dan irigasi perpompaan, sumur bor, di beberapa titik lokasi areal persawahan desa.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan, program padat karya merupakan suatu kegiatan produktif yang dilaksanakan dalam rangka memberikan kesempatan kerja dan menambah penghasilan bagi petani pada saat musim panceklik.

“Program padat karya infrastruktur pertanian ini diharapkan dapat menyentuh langsung kebutuhan publik sehingga dapat memberikan peningkatan produksi pertanian, juga pengentasan kemiskinan dan penyediaan lapangan kerja bagi petani dan masyarakat sekitarnya yang belum punya pekerjaan tetap,” ujar Mentan SYL, Rabu (17/3).

Sementara, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy menambahkan, bantuan ini merupakan kegiatan padat karya yang dapat membantu pemulihan ekonomi nasional salah satunya dengan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT), pembangunan embung dan Jalan Usaha Tani menggunakan dana tugas pembantuan.

“Tak hanya mensejahterakan petani, program padat karya juga bisa sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional. Kegiatan program padat karya oleh masyarakat (P3A dan Poktan) dilakukan melalui pola transfer dana pemerintah langsung ke rekening kelompok penerima manfaat,” tutur Sarwo Edhy.

Adapun fokus utama program tersebut adalah pada pembangunan infrastruktur pertanian, seperti pembangunan jalan usaha tani, pembangunan embung, atau pengembangan prasarana dan sarana pertanian lainnya dg melibatkan warga atau swadaya masyarakat.

“Pelaksanaan fisik dilakukan oleh kelompok tani penerima manfaat tersebut secara padat karya yang dibimbing oleh petugas pertanian yang ada di daerah,” jelas Sarwo Edhy.

Menurut Kepala Disperta dan KP Bojonegoro, Helmy Elisabeth mengungkapkan, bahwa di tahun 2020 pihaknya mengklaim telah sukses membangun beberapa infrastruktur berupa pembangunan jalan usaha tani, pelancaran debit air dan saluran irigasi perpompaan dalam mendukung program pertanian di Bojonegoro.

“Progam tersebut sangat bermanfaat untuk para petani, karena dapat memperlancar aliran debit air sehingga mempercepat pengairan pertanian dan meningkatkan perluasan areal tanam,” jelasnya.

Hal ini dilakukan guna memperlancar aliran debit air sehingga mempercepat pengairan areal pertanian. Dalam peran sentralnya air berperan penting terhadap keberlangsungan dunia pertanian.

Lanjut Helmi, menjelaskan, sepanjang tahun 2020 ini pihak Disperta dan KP Bojonegoro telah merealisasikan program JUT dan Jides di 12 kecamatan, program JUT di 12 kecamatan dan irigasi pompanisasi sumur bor sukses terealisasi di 10 kecamatan yang ada di Bojonegoro.

“Disperta dan KP telah sukses merealisasikan JITUT, JUT dan program sumur bor di beberapa kecamatan,” jelasnya.

Pihaknya juga berharap, dengan meningkatnya fungsi layanan irigasi melalui realisasi tiga program pembangunan pertanian tersebut, nantinya dapat meningkatkan perluasan areal tanam maupun indeks pertanaman dan produktivitas pertanian yang ada di wilayah Bojonegoro.

“Harapan kami tentunya mampu meningkatkan perluasan areal tanaman dan produktivitas pertanian seiring lancarnya irigasi,” ujarnya.

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *