3 Negara Naikan Tone Labuan Bajo melalui Eksplorasi Famtrip

126 0

JAKARTA – Tone Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), dijamin terus menguat. Branding destinasi super prioritas tersebut dilakukan 3 negara sekaligus. Eksplorasinya melalui program familiarization trip (famtrip) media, influencer, dan blogger. Program ini juga menguatkan rute baru AirAsia.

Program famtrip kembali digulirkan Kemenpar. Promosi Wisata Budaya dan Kuliner Labuan Bajo akan digelar 8-11 Oktober 2019. Selain Indonesia, famtrip ini juga melibatkan Malaysia dan Australia. Famtrip sedikitnya diikuti 23 orang dengan background media, influencer, dan blogger. Komposisinya masing-masing 4 media asal Australia dan Malaysia, lalu 2 media Indonesia.

Untuk 4 media asal Australia terdiri dari Community News, So Perth, The West Australian, hingga WA Today. Slot media asal Malaysia diisi The Star, OhBulan, Harian Metro, dan Eat Pray Love. Komposisi media lokal ada Kumparan dan Detik Travel. Beberapa nama influencer dan blogger yang diapungkan seperti, Dimas Danang Soeryonegoro, Galabby Thahira Pahlevi, Patricia Malina, juga Paquita Genuschka.

“Labuan Bajo merupakan destinasi yang selalu menarik dieksplorasi. Ada beragam experience yang bisa dinikmati wisatawan di sana. Alam dan budayanya sangat eksotis. Melalui program famtrip, destinasi Labuan Bajo akan semakin dekat dengan publik. Sebab, peserta famtrip ini luar biasa dengan network pasar kuat,” ungkap Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Menguatkan pasar Labuan Bajo, famtrip ini juga menjadi media promosi rute baru AirAsia. Sebelumnya AirAsia membuka rute baru Denpasar-Labuan Bajo mulai awal Agustus. Rute ini dilayani 7 kali selama sepekan. Armada yang digunakan Airbus A320 dengan kapasitas 180 seat. Setiap hari AirAsia berangkat dari Bandara Ngurah Rai, Denpasar, pukul 12.55 WITA. Untuk flight dari Labuan Bajo jam 14.40 WITA.

“Kemenpar tetap berkomitmen mendukung maskapai yang membuka rute baru. Rute ini bisa domestik atau mancanegara. Kami optimistis, AirAsia akan menaikan frekuensi penerbangannya menuju Labuan Bajo. Sebab, destinasi ini luar biasa. Potensi pasarnya besar. Kami libatkan media Malaysia dan Australia karena kedua negara itu adalah pasar menjanjikan,” tegas Rizki.

Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisman mencapai 10,87 Juta atau naik 2,67% pada rentang Januari-Agustus 2019. Slot terbesar dimiliki wisatawan Malaysia dengan jumlah 2,11 Juta atau 19,38% dari total arus masuk wisman. Autralia menjadi kontributor wisman terbesar ke-4 dengan jumlah 876,8 Ribu atau 8,07%. Untuk slot besar lain diberikan Tiongkok, Singapura, juga Timor Leste.

Lebih spesial lagi, investor Australia tertarik berinvestasi di Labuan Bajo. Angka investasinya sekitar USD1 Miliar atau setara Rp14 Triliun. Pada rentang Januari-Agustus tersebut, wisman mengandalkan jalur udara. Slotnya mencapai 6,49 Juta kunjungan. Jalur laut berkontribusi 2,8 Juta wisman, lalu poros darat dilewati 1,57 paspor asing.

“Jalur udara tetap vital mendukung pergerakan wisman. Kami optimistis, pergerakan wisatawan asal Malaysia dan Australia akan naik signifikan menuju Labuan Bajo. Sebab, slot brandingnya memadai melalui program famtrip tersebut. Spot-spot destinasi yang dieksplorasi famtrip ini juga menarik,” tegas Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional IV Kemenpar Adella Raung.

Dieksplorasi 4 hari, Labuan Bajo merupakan gerbang menuju destinasi lain di sekitarnya. Menggunakan live on board, sedikitnya ada 5 destinasi populer yang akan dieksplorasi. Sebut saja Pulau Padar, Pink Beach, Pulau Rinca, Pulau Kalong, Liang Dara, hingga Batu Cermin. Format aktivitasnya diantaranya trekking dan snorkling. Famtrip juga semakin lengkap dengan eksplorasi kuliner khasnya.

“Labuan Bajo dan sekitarnya tetap eksotis. Alam, budaya, hingga value bisnisnya sangat besar. Program famtrip ini akan memberi impact positif luar biasa bagi pergerakan wisatawan di sana. Semua lini tentu akan mendapatkan manfaat jangka panjang dari aktivitas ini. Apalagi, Labuan Bajo membidik wisatawan kelas premium,” kata Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani.

Mendukung pergerakan wisatawan premium, upgrade infrastruktur terus digulirkan di Labuan Bajo. Dermaganya direbranding. Kawasan ini akan dilengkapi hotel, marina, hingga zona komersiil. Untuk mendukung program tersebut, anggaran Rp1,6 Triliun sudah disiapkan. Daya tarik Labuan Bajo makin optimal karena Pulau Komodo batal ditutup.

“Labuan Bajo dan destinasi di sekitarnya selalu menjadi daya tarik luar biasa. Program famtrip ini punya fungsi strategis. Sebab, ada banyak informasi terbaru yang harus disampaikan pada pasar mancanegara. Setelah ini, pasar akan cepat menyesuaikan dengan kondisi di sana,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik ASEAN.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *