Foto : Istimewa

362 Peserta dari 8 Provinsi Lokasi SIMURP IKut ToT

59 0

DESTINASIDIGITAL.COM//JAKARTA – Untuk memaksimalkan program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP), Kementerian Pertanian memberikan pembekalan Training Of Trainer (ToT) untuk penyuluh, Kamis (23/07/2020). Peserta ToT berasal dari 8 provinsi yang menjadi lokasi SIMURP dan berjumlah 362 orang.

Menurut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, SIMURP merupakan proyek yang berbasis di daerah irigasi dan daerah rawa. Tujuannya, untuk meningkatkan Intensitas Pertanaman (IP), meningkatkan pendapatan petani, serta mengurangi emisi gas rumah kaca.

“Proyek SIMURP tersebar di 8 provinsi dan 16 kabupaten. Yaitu Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat. Fokus kegiatan yang dilaksanakan oleh Pusat Penyuluhan Pertanian adalah Climate Smart Agriculture (CSA),” tuturnya.

Dedi menambahkan, proyek SIMURP sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pertanian yang difokuskan pada tiga tujuan pembangunan pertanian. Tepatnya, penyediaan pangan bagi 267 juta rakyat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani, dan meningkatkan ekspor.

“Sedangkan salah satu program utama Kementerian Pertanian untuk mewujudkan pembangunan pertanian adalah memperkuat peran Komando Strategis Pembangunan Pertanian atau Kostratani,” ujarnya.

Kostratani adalah pusat kegiatan pembangunan pertanian tingkat kecamatan. Kostratani berperan sebagai optimalisasi tugas, juga menjalankan fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dengan memanfaatkan IT dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

“Melalui Kostratani, peran BPP akan dioptimalkan menjadi pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, dan pusat pengembangan jejaring kemitraan,” ulasnya.

Menurutnya, BPPSDMP melalui Kostratani menjadi salah satu kunci kesuksesan pembangunan pertanian untuk memastikan ketahanan pangan. Dengan demikian, BPPSDMP mendukung semua program serta kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian.

Untuk mencapai tujuan tersebut, BPPSDMP melalui SIMURP fokus pada penerapan budidaya Pertanian Cerdas Iklim atau Climate Smart Agriculture (CSA). Diseminasi teknologi budidaya pertanian dilaksanakan melalui tiga tingkat pelatihan yaitu Training of Master (ToM), Training of Trainer (ToT), dan Training of Farmer (ToF).

“Untuk tahun 2020, kegiatan SIMURP terdiri atas ToT, ToF, dan Penguatan BPP dalam Mendukung Kostratani. Salah satu bentuk dukungan SIMURP terhadap Kostratani yaitu pengadaan 56 unit sarana prasarana IT pada tahun 2020 di BPP lokasi SIMURP,” jelasnya.

Sementara Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Momon Rusmono mengatakan, Proyek SIMURP merupakan integrasi dari 4 Kementerian/Lembaga, yaitu BAPPENAS, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Pertanian.

“Salah satu kegiatan SIMURP adalah menerapkan Climate Smart Agriculture (CSA) atau Pertanian Cerdas Iklim menggunakan prinsip budidaya pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim, hemat air, serta meningkatkan produksi pertanian,” ujarnya.

Momon menambahkan, di tengah kondisi perubahan iklim yang kian ekstrem, budidaya pertanian menggunakan metode CSA mampu mendorong kegiatan pertanian berkelanjutan dan memastikan ketahanan pangan.

Mengenai pelatih ToT, Momon Rusmono mengatakan kegiatan ini dilaksanakan pada rentang periode minggu ketiga di bulan Juli hingga minggu kedua bulan Agustus 2020 dengan metode tatap muka dan e-learning.

“ToT bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap peserta tentang CSA, serta menyiapkan peserta sebagai pelatih atau fasilitator untuk Training of Farmer (ToF),” ujarnya.

Sedangkan Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP Kementan, Leli Nuryati, yang juga panitia penyelenggara ToT SIMURP, mengatakan kegiatan CSA SIMURP adalah tindakan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim global.

“Agar kegiatan SIMURP-CSA berjalan baik, perlu dukungan sumber daya manusia pertanian seperti penyuluh, petugas dan petani, yang handal. Oleh karena itu, pengetahuan dan keterampilan mereka perlu ditingkatkan,” katanya.

Dijelaskannya, kegiatan TOT-CSA Proyek SIMURP ini adalah tindak lanjut dari kegiatan TOM-CSA Proyek SIMURP yang telah dilaksanakan tahun 2019 lalu. (NF)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *