5 Destinasi Super Prioritas Unjuk Gigi di World Flower Council Summit 2019

136 0

NUSA DUA – Ajang World Flower Council (WFC) Summit 2019 di Bali benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Berbagai keunggulan pariwisata Indonesia dijabarkan secara gamblang dalam sambutan resmi oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani. Termasuk juga 5 destinasi super prioritas yang kini menjadi program utama Kemenpar.

“Saat ini pemerintah di bawah Presiden Joko Widodo, merancang “5 Destinasi Super Prioritas”. Proyek 5-Super Priority Destinasi akan mendorong pembangunan infrastruktur di lima wilayah, yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Zona Ekonomi Khusus Likupang Minahasa Utara. Pengembangan ini bakal mengakomodasi kedatangan wisman ke Indonesia,” ujar Rizki saat acara gala dinner WFC Summit 2019 di Nusa Dua, Minggu (22/9).

Rizki menambahkan, pengembangan potensi ini jelas akan semakin membangkitkan sektor pariwisata Indonesia. Apalagi setiap destinasi yang dikembangkan memiliki pesona serta kosep yang berbeda. Dengan itu semua akan semakin memperkaya pilihan destinasi bagi wisman yang berkunjung ke Indonesia.

Labuan Bajo misalnya. Kawasan ini memiliki potensi wisata bahari yang luar biasa. Ada banyak petulangan mulai dari pantai, air terjun, hingga pesona bawah lautnya. Dan yang paling fenomenal pastinya keberadaan komodo yang menjadi kebanggan Indonesia.

“Kalau Bali sudah sangat mendunia namanya. Bali, seperti yang akan Anda lihat, adalah pulau eksotis yang terkenal dengan budaya dan tradisinya yang kaya. Bali adalah salah satu tujuan wisata paling populer. Menjadi pilihan utama bagi wisman. Nah itu akan semakin lengkap dengan hadirnya 5 destinasi super prioritas yang kini tengah dikembangkan,” papar Rizki.

Rizki juga mengapresiasi acara berkelas internasional ini, wanita yang biasa disapa Bu Kiki ini memberikan saran agar nantinya WCF bisa berkolaborasi dengan event-event di tanah air salah satunya di daerah yang dekat dengan salah satu destinasi super prioritas Kemenpar yakni, Likupang.

“Kami ada event Tomohon Flower Festival, lebih sangat bagus kalau ke depannya berkoordinasi dengan pemerintah setempat agar bisa berkolaborasi dengan event kami yang masuk ke dalam salah satu Calender of Event Kemenpar. Sehingga mengangkat event tersebut dan juga bisa mendatangkan Wisman,”kata Kiki.

Bu Kiki juga menuturkan, selain Tomohon, Indonesia juga memiliki Malang Flower Carnival dan banyak lagi event-event di daerah yang sangat cocok berkolaborasi dengan WCF. “Sehingga ke depannya, akan ada manfaat bagi masyarakat kita,”kata Kiki yang langsung disambut tepuk tangan hadirin yang hadir.

Sementara itu, Chapter Leader World Flower Council Indonesia Maya Solichin sangat mengapresiasi langkah Kemenpar mendukung perhelatan WFC Summit 2019. Dirinya meyakini, langkah ini bakal semakin membuat mata dunia terbuka akan keindahan Indonesia, terutama Bali. Apalagi ajang ini diikuti oleh delegasi dari berbegai negara di dunia.

“Flora dan Fauna di Bali adalah salah satu yang terbaik. Keberagamannya semakin maksimal menambah pesona Bali. Ini yang ingin kita kenalkan kepada para peserta. Apalagi semuanya itu berbalut manis dengan adat dan budaya Bali yang kaya. Terimakasih Kemenpar yang selalu aktif mempromosikan pariwisata Indonesia. Kami bangga, negara terutama Kemenpar kini hadir bersama rakyatnya,” kata Maya.

Terpisah, Menteri Pariwisata Arif Yahya meyakini jika dukungan pada acara tersebut sangat tepat sasaran. Bali yang telah mendunia dijadikan pintu masuk wisatawan mancanegara untuk kemudian turut mengangkat destinasi lain di Indonesia.

“Dunia sudah harus terus diperkenalkan dengan lima destinasi super prioritas. Mungkin nantinya tidak langsung datang, tetapi pada kunjungan selanjutnya. Dengan diperkenalkan seperti ini mereka tentunya akan penasaran,” ujar Menpar.

Menpar juga mengapresiasi digelarnya acara gala dinner bagi para peserta WFC Summit 2019. Karena gala dinner ini semakin menunjukkan betapa hangatnya pariwisata Indonesia.

“Sambil menyelam minum air. Sambut dan berikan mereka pelayanan prima. Pelayanan hangat khas Indonesia. Biar ini menjadi cerita indah mereka sepulangnya ke negara mereka masing-masing. Saya yakin cerita indah akan menjadi corong marketing yang baik. Karena didengar langsung dari yang mengalaminya,” pungkas Menteri asal Banyuwangi tersebut. (*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *