64% Wilayah Indonesia Sudah Kemarau, Kementan Imbau Petani Siapkan Sistem Pengairan

27 0

JAKARTA – Kementerian Pertanian melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), mengimbau petani untuk segera membenahi sistem pengairan seperti irigasi dan embung. Sebab, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut jika 64% wilayah di Indonesia sudah dilanda musim kemarau.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo petani harus segera mengantisipasi kondisi ini.

“Sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau. Yang artinya, potensi kekeringan juga mengancam lahan-lahan pertanian. Antisipasi hal ini dengan membenahi dan membangun sistem pengairan seperti irigasi dan embung,” tuturnya, Senin (20/07/2020).

Dirjen PSP Kementan Sarwo Edhy mengutarakan hal yang tidak jauh berbeda.

“Petani harus bisa memanfaatkan sumber air yang tersedia. Buat daerah yang masih musim hujan, manfaatkan airnya untuk pertanian,” terangnya.

Dijelaskan Sarwo Edhy, membangun embung bisa menjadi solusi terbaik buat daerah yang dilanda kemarau.

“Prinsipnya, kita harus memastikan ketersediaan air untuk menghadapi musim kemarau. Embung bisa solusi yang tepat agar air tetap terjaga selama kemarau. Sementara daerah yang sumber airnya masih aman, bisa memaksimalkan saluran irigasi,” katanya.

Sementara Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG, Indra Gustari, mengatakan awal musim panas tahun ini tidak merata di beberapa wilayah Indonesia.

Hal ini terlihat dari pemantauan citra satelit sekitar 35 persen wilayah masih kerap diguyur hujan sampai memasuki bulan Juli.

“Daerah-daerah di Jawa Bali Nusa Tenggara ini sebagian besar itu sudah hampir 21 hari atau 1 bulan tidak mengalami hujan. Bahkan ada satu titik di Kupang itu sudah 70 hari tidak ada hujan,” lanjutnya.

Sementara beberapa wilayah justru menunjukkan anomali cuaca berkebalikan. Artinya tidak semua daerah di Indonesia berada dalam periode kemarau. Daerah yang memasuki musim hujan di bulan Juli antar lain Maluku dan Papua bagian barat.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *