Akselerasi Industri Ekonomi Kreatif, Bimtek Digital Marketing Digelar

1688 0

HUMBANG HASUNDUTAN – Optimalisasi potensi pasar, program Bimbingan Teknis (Bimtek) Digital Marketing digulirkan di Kawasan Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut), 27-28 April 2021. Pesertanya merupakan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Digelar dua hari, total peserta pelatihan berjumlah 200 orang yang berasal dari Desa Pearung, Kec. Paranganin dan Desa Pasaribu, Kec. Doloksanggul, Kab. Humbang Hasundutan, Sumut.

“Digital saat ini menjadi trend. Pelatihan Digital Marketing otomatis akan menaikan kemampuan sumber daya manusia (SDM). Apalagi, ekonomi digital memang memiliki potensi sangat besar. Kami harap kekuatan ini bisa dimanfaatkan dengan baik,” ungkap Deputi Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf Wisnu Bawa Tarunajaya.

Teknologi digital memang sudah lekat dengan kehidupan masyarakat. Jumlah pengguna internet di Indonesia juga akan didorong hingga 82,3% dari total penduduk hingga 2024. Fasilitas jaringan 5G akan diberikan, termasuk perluasan zonasi 4G. Apalagi, pemerintah memiliki target UMKM yang sudah terdigitalisasi berjumlah 50%.

Secara umum, ekonomi digital memiliki potensi sebesar USD124 Miliar hingga 2025. Lesatan besar, mengingat ekonomi digital masih berada pada kuota USD44 Miliar pada 2020. Direktur Pengembangan SDM dan Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ricky Fauzy menerangkan, pariwisata semakin kuat dengan dukungan SDM handal.

“Digital Marketing sebagai salah satu cara untuk mengoptimalkan potensi pasar yang ada saat ini. Agar semuanya maksimal, maka penyediaan SDM handal harus terpenuhi. Hal ini juga sangat bagus bagi pariwisata dan ekonomi kreatif secara umum,” terang Ricky.

Program bimtek ini diawali di Geosite Sipinsur, Selasa (27/4). Peserta pelatihannya berjumlah 100 orang. Sebelum materi diberikan, peserta menjalani swab test. Peserta lalu diberikan pelatihan bagaimana menyiapkan foto produk dengan menggunakan smartphone. Tahap berikutnya, konten tersebut diarahkan untuk dapat dipromosikan melalui media sosial.

“Penambahan kapasitas SDM ekonomi kreatif harus dilakukan di destinasi. Dengan begitu, industri pariwisata akan tumbuh maksimal. Input ekonominya juga bagus bagi masyarakat setempat,” jelas Koordinator Edukasi II Direktorat Pengembangan SDM Kemenparekraf Jemmy Alexander.

Lebih lanjut, Bimtek Digital Marketing bisa menjadi katalis bagi percepatan pembangunan di Kawasan Danau Toba. Apalagi, Kawasan Danau Toba juga terus mengalami perkembangan infrastruktur. Sekretaris Daerah Humbang Hasundutan Toni Sihombing mengatakan, dibutuhkan kolaborasi solid agar materi pelatihan bisa diaplikasikan lebih optimal.

“Pembekalan SDM yang mumpuni tetap diperlukan dalam industri pariwisata, apalagi infrastruktur penunjang terus dikembangkan di Danau Toba ini. Kami tentu menyambut baik kegiatan ini. Untuk itu, kesempatan yang baik ini harus dimanfaatkan untuk menimba ilmu dan menambah pengetahuan. Semua harus kompak,” kata Toni.

Sementara, Ketua Dekranasda Humbang Hasundutan Lidya Kristina Panjaitan memaparkan, program Bimtek Digital Marketing akan memberi dampak langsung bagi masyarakat, khususnya bagi pelaku ekonomi kreatif. Penguatan digital juga selaras dengan kebutuhan. Sebab, digital dipilih sebagai solusi untuk melengkapi kebijakan social distancing selama pandemi Covid-19.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf, narasumber, pemkab, dan seluruh tim yang terlibat dalam pelatihan ini. Yang terpenting, masyarakat akan merasakan impact positifnya. Apalagi, semua memang harus beralih ke digital sepanjang pandemi Covid-19,” tutup Lidya.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *