Alsintan, Dukung Produksi dan Beri Nilai Tambah Petani

234 0

JAKARTA – Alat mesin dan pertanian (alsintan) mempunyai peranan sangat penting dan strategis dalam mendukung pemenuhan produksi pertanian yang berupa penanganan budidaya panen, pasca panen dan pengolahan hasil pertanian melalui modernisasi pertanian dengan menerapkan mekanisasi pertanian.

Sejak tahun 2014-2019 Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) telah menyalurkan alsintan pra panen sebanyak 447.047 unit yang terdiri dari traktor roda 2, traktor roda 4, cultivator, pompa air, rice transplanter dan hand sparyer.

“Bantuan tersebut disalurkan kepada Poktan, Gapoktan, UPJA maupun Dinas dalam bentuk brigade di wilayah sentra produksi guna mencapai tujuan swasembada pangan yang berkelanjutan,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), Kamis (14/5).

Menurut Mentan SYL, pengelolaan Alsintan secara perorangan kurang efesien sehingga pemberdayaan alsintan melalui Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) diharapkan dapat meningkatkan kegiatan ekonomi petani dengan beragam bentuk pelayanan jasa alsintan yang dikelola dalam usaha tani. Pelayanan jasa alsintan dapat berupa jasa sewa alsintan, jasa olah tanah, jasa tanam, jasa panen dan jasa simpan pinjam.

Menteri SYL mengatakan, “Selain memberikan pendapatan, Alsintan juga lebih terawat dan siapapun bisa menggunakannya. Penggunaan teknologi pada Alsintan diharapkan mampu meningkatkan produksi padi pada tahun-tahun mendatang.

“Dengan teknologi, saya berharap tidak mendengar adanya penurunan produksi. Gunakanlah alat canggih yang ada supaya kita bisa mencapai swasembada pangan dan ekspor. Kita harus serius dalam mengurus pertanian ini,” tegasnya.

Sementara, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy mengatakan selain ke UPJA, petani juga bisa melakukan sewa pinjam Alsintan yang dikelola Brigadir Alsintan dan Kelompok Usaha Bersama (KUB) di daerah masing-masing.
“Dengan menggunakan Alsintan, petani akan lebih hemat dan lebih cepat dalam proses menanam juga panen,” katanya.

Keuntungan lain, penggunaan Alsintan dapat mengurangi penyusutan hasil panen (losses) sebesar 10% dan meningkatkan nilai tambah. Bahkan, penanaman padi yang dulunya hanya satu kali setahun, kini bisa tiga kali karena proses budidaya, pengolahan dan panen dapat dilakukan dengan cepat, effektif dan effisien dengan penggunaan alsintan.

“Produksi yang dicapai petani lebih tinggi, pendapatan petani pun ikut meningkat,” tambahnya.

Sarwo Edhy juga mengatakan, alsintan yang dikelola UPJA di sejumlah daerah sudah banyak yang berhasil dan terbukti UPJA mampu memberikan nilai tambah kepada poktan atau gapoktan.

“Ada salah satu UPJA yang mengelola alsintan dengan baik sehingga bisa mendapatkan hasil dari sewa alsintan ke petani hingga memiliki penghasilan bersih ratusan juta rupiah,” ujar Sarwo Edhy.

Salah satu contoh, adalah keberhasilan UPJA Marga Jaya di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, yang membawahi 33 Poktan dengan areal seluas 2.000 Ha. UPJA ini sudah melayani proses pengolahan lahan dan pemanenan dengan penghasilan bersih bisa mencapai Rp. 125.000.000,00 per musim tanam

Kegiatan yang dilaksanakan oleh UPJA Marga Jaya meliputi menyewakan alat pra panen dan pasca panen, aktifitas perbengkelan, menyediakan spare part alsintan yang dibutuhkan petani hingga membeli GKP di tingkat petani.

Alsintan yang dimiliki UPJA Marga Jaya terdiri dari Traktor Roda Empat 3 unit , Traktor Roda Dua 36 unit, Vertical Driyer 1 unit, Power Threser 8 unit, Pompa Air 10 unit, Rice Transplanter 12 unit, Combine 8 unit (1 unit combine harvester besar yang dibeli dari hasil/keuntungan UPJA) dan beberapa alat yg dibantu Brigade Dinas Pertanian, Pangan, Perikanan kabupaten Bangka Selatan.

“Bantuan alsintan ini sangat membantu petani dalam proses usaha taninya. Dengan adanya UPJA yang berkembang melalui penerapan modernisasi pertanian akan menumbuhkan minat petani-petani di sekitar untuk memulai kembali bekerja di sawah dan menambah jumlah petani-petani milenial di sekitar lingkungan dengan membuka lapangan pekerjaan bagi mereka,” ujar Ketua UPJA Rojim.

Kegiatan pengelolaan alsintan di UPJA Marga Jaya antara lain jasa sewa traktor roda dua Rp1.000.000,-/ha, traktor roda empat Rp1.000.000,-/ha dan Combine harvester Rp1.600.000,-/ha

“Luas lahan yang diolah setiap tahun bertambah dengan adanya aktifitas UPJA, memberikan semangat lebih bagi petani-petani pemula yang selama ini lahannya belum diolah menjadi semangat untuk mengolah lahannya kembali,” tambah Rojim.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Selatan Suhadi menjelaskan, bantuan Alsintan yang dikelola secara baik oleh UPJA memberikan keuntungan dan kemudahan bagi petani dalam mengakses kebutuhan alsintan pra panen maupun pasca panen.

“Alsintan agar selalu dipelihara dengan baik sehingga umur alsintan lebih panjang. Selain menambah kesempatan usaha bagi poktan yang menggunakan alsintan, produktivitas pertanian pun semakin tinggi, karena alsintan ini dapat mempercepat pekerjaan,” ujar Suhadi.(****)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *