Alsintan Terbukti Tingkatkan Produktivitas Pertanian Ciamis

21 0

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada 13 kelompok petani untuk mendukung upaya meningkatkan produksi komoditas pertanian di Ciamis. Pengunaan alsintan terbukti meningkatkan produktivitas pertanian Kabupaten Ciamis.

 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menerangkan, alsintan merupakan ciri dari pertanian modern. Pertanian Indonesia, Mentan SYL melanjutkan, telah memasuki era 4.0 yang ditandai dengan penggunaan alsintan dan inovasi teknologi.

 

“Alsintan ini ciri pertanian modern. Alsintan merupakan ciri pertanian maju, mandiri dan modern. Alsintan terbukti bermanfaat meningkatkan produktivitas pertanian di suatu daerah,” kata Mentan SYL.

 

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menambahkan, penggunaan alsintan diarahkan untuk peningkatan produksi pangan dan kesejahteraan petani. Pengembangan alsintan diharapkan seimbang dengan tenaga kerja manusia, sehingga pengembangan pertanian tetap memberdayakan petani dengan teknologi pertanian yang maju.

 

“Alsintan dapat membantu petani menghemat waktu, tenaga dan biaya produksi pertanian. Sebut saja misalnya pada saat masa musim tanam,” papar Ali.

 

Dengan alsintan, mengolah sawah yang tadinya membutuhkan waktu lima sampai enam hari untuk luas lahan satu hektar, kini hanya hitungan jam saja. “Kami juga terus memodernisasi alat-alat pertanian, agar pertanian kita semakin maju, mandiri dan modern,” ujar Ali.

 

Di sisi lain, Ali menyebut penggunaan alsintan memperkecil losess terhadap hasil panen petani. Dengan begitu, produktivitas meningkat, pun halnya dengan pendapatan petani. Pada saat yang sama, alsintan juga meningkatkan indeks pertanaman petani sehingga memastikan musim tanam.

 

“Alsintan mampu menghemat biaya produksi sekitar 40-60 persen. Begitu juga dengan kesejahteraan petani yang meningkat berkat penggunaan alsintan,” tutur dia.

 

Distribusi alsintan juga selalu disesuaikan dengan kebutuhan petani di suatu wilayah. “Jadi pemberiannya tak serta merta tanpa kajian. Semua berdasarkan kebutuhan di suatu daerah,” katanya.

 

Direktur Alsintan Ditjen PSP Kementan, Andi Nur Alamsyah menambahkan, alsintan yang dikelola dengan baik akan memberikan pemasukan lebih kepada petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Selain itu, pengelolaan alsintan juga didorong melalui UPJA, sehingga pemanfaatannya lebih efektif dan optimal.

 

“Dengan begitu, petani akan mendapatkan nilai tambah dari hasil usaha penyewaan alsintan ini,” kata Andi. Ia berharap para petani dapat memaksimalkan pemanfaatan bantuan alsintan yang diberikan.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *