Arus Wisatawan Mengalir, Kemenparekraf Tebar Jaring Misi Penjualan Nusantara Medan

29 0

JAKARTA – Jaring wisatawan terus ditebar Kemenparekraf melalui program Misi Penjualan Pasar Nusantara 2020. Penguatan dan optimalisasinya kini menyasar Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), 21-22 November 2020. Daya tawar produk wisatanya datang dari 5 Destinasi Super Prioritas dan 10 Destinasi Wisata Branding Nusantara. Apalagi, arus wisatawan terus tumbuh sepanjang masa transisi New Normal.

“Aktivitas industri pariwisata harus terus diperkuat agar maksimal. Bagaimanapun, kondisi pasar terus membaik di masa New Normal ini. Satu sisi, destinasi pariwisata sudah sangat siap menyambut wisatawan New Normal. Melalui program Misi Penjualan Pasar Nusantara ini, percepatan pemulihan industri pariwisata akan tercapai terutama untuk pasar domestik,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumut Ria Nofida Talaumbanua, Jumat (20/11).

Program Misi Penjualan Pasar Nusantara 2020 digelar di Cambridge City Square, Kota Medan, Sumut, 21-22 November. Jumlah pesertanya ada 7 dengan background beragam. Slot besar diberikan kepada Travel Agent dan Tour Operator (TA/TO), lalu kuota lainnya jadi milik UMKM. Selain Medan, aktivitas Misi Penjualan Pasar Nusantara 2020 juga digelar di Yogyakarta, Malang, Bandung, Padang, dan Batam. Periode digulirkannya sejak September hingga November 2020.

“Program Misi Penjualan Pasar Nusantara 2020 jadi media bertemunya para pelaku industri pariwisata. Dari situ, tentu ada deal antara buyer juga seller. Potensi destinasi pulih secara ekonomi terbuka semakin besar. Impact positif luasnya tentu akses ekonomi yang kembali dinikmati masyarakat di destinasi,” terang Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf Vinsensius Jemadu.

Menebar pesona 5 Destinasi Super Prioritas dan 10 Destinasi Wisata Branding di Nusantara, Misi Penjualan Pasar Nusantara 2020 edisi Medan pun meniupkan beragam inspirasi. Digelar pukul 12.00-22.00 WIB, program ini menjadi media branding peserta dan pelaku industri pariwisata. Ada juga branding paket, program unggulan, obyek wisata, hingga kekuatan seni budaya setempat. Suasana dijamin makin eksotis dengan Tari Tradisi, pameran Misi Penjualan Pasar Nusantara, hingga games/kuis.

“Destinasi wisata di Indonesia tetap eksotis. Wisatawan juga dijamin melalui CHSE (Cleanlinnes, Health, Safety, Environment Sustainability). Yang pasti semua aman karena standardisasi kualitas di destinasi sangat jelas. Penerapannya menyeluruh. Kami optimistis arus wisatawan akan terus membesar,” jelas Koordinator Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf Taufik Nurhidayat.

Mengacu informasi PT Angkasa Pura (AP) I, akumulasi arus wisatawan sejak 1 Januari hingga 7 November 2020 mencapai 30,04 Juta. Arus wisatawan tersebut memunculkan pergerakan pesawat hingga 340.416 penerbangan melalui 19 bandara. Semakin kompetitif, pergerakan juga diikuti wisman. Mengacu data Badan Pusat Statistik, arus wisman sepanjang Januari-November 2020 mencapai 3,51 Juta.

Secara matematis, arus wisman 3,51 Juta turun jauh 74,54% dari periode sama tahun sebelumnya. Pada Januari-November 2019, pwrgerakan wisman mencapai 13,8 juta. Meski demikian, arus wisman pada Oktober 2020 justru tumbuh 9,32% dari bulan sebelumnya. Angka riilnya sekitar 34 Ribu orang wisman. Pergerakan wisman terjadi positif di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta (12,2%), Juanda Surabaya (33,33%), Kualanamu Medan (50%), dan lainnya (50%).

“Proses pemulihan industri pariwisata terus memberikan hasil positif dan cukup merata. Hal ini tentu jadi momentum menjanjikan. Mengacu kepada fakta tersebut, branding destinasi memang gencar dilakukan. Hanya saja, kami juga terus mengingatkan wisatawan agar memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak,” tegas Taufik.

Lebih lanjut, industri pariwisata diprediksi akan berputar semakin cepat. Pemerintah saat ini terus mengkaji kenaikan kapasitas penumpang pesawat hingga 70%. Selama ini, semua moda transportasi mematuhi kebijakan Satgas Penanganan Covid-19. Untuk memutus rantai sebaran Covid-19, setiap perjalanan diberi slot maksimal 50%. Hal ini sebagai treatment agar wisatawan tetap menjaga jarak.

“Medan miliki potensi pasar besar makanya terus diekplorasi. Seiring bergulirnya masa transisi New Normal, pergerakan wisatawan tentu jadi potensi bisnis yang besar. Kalau terus didorong tentu pertumbuhan wisatawan akan semakin kompetitif. Kami juga sudah menyiapkan beragam program terbaik yang bisa dinikmati wisatawan,” papar Vice President Blibli Travel Theresia Magdalena.

Selain udara, arus wisatawan juga tumbuh di Laut. Sepanjang Januari-September 2020, arus wisatawan berjumlah 10,6 Juta orang. Sepanjang September saja angka pergerakan wisatawan mencapai 1,1 Juta orang. Untuk moda kereta api menghasilkan pergerakan wisatawan hingga 147 Juta sejak Januari-September 2020. Angka tersebut turun 53,82 pada periode normal Januari-September 2019.

“Secara umum, program Misi Penjualan Pasar Nusantara memiliki posisi strategis. Pasar selalu merespon positif. Sama seperti daerah lainnya, Blibli Travel optimistis bisa membuat banyak deal,” tutup Theresia.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *