Asah Kemampuan, SDM Kementan Semakin Dapat Diandalkan

15 0

JAKARTA – Berbagai kegiatan pelatihan, pendidikan serta penyuluhan yang digelar Kementerian Pertanian, melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), dijamin bakal lebih atraktif dan interaktif.

Pasalnya, BPPSDMP melakukan peningkatan kompetensi bagi pegawai berpotensi melalui pelatihan Master of Ceremony (MC) dengan menghadirkan narasumber Fifi Aleyda Yahya, News Anchor Metro TV & VP Corporate Communications Media Group, di Ruang Rapat Catur Gatra BPPSDMP, Senin (13/9/2021).

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan peningkatan kualitas pelatihan harus turut ditingkatkan.

“BPPSDMP banyak melakukan pelatihan, pendidikan dan penyuluhan. Selain meningkatkan kualitas SDM pertanian, kita juga tingkatkan kualitas kegiatan sehingga acara yang digelar lebih menarik, atraktif, dan interaktif,” katanya.

Sementara menurut Sekretaris BPPSDMP Kementan, Siti Munifah, yang membuka Pelatihan MC, pertanian harus mengikuti perkembangan.

“Bertani itu keren. Tidak kalah dengan sektor lain. Oleh karena itu, semua kegiatan kita kemas dengan sebaik-baiknya agar mendapatkan hasil yang maksimal,” tuturnya.

Ditambahkannya, tidak hanya proses dalam pengadaan rapat, pertemuan, atau pelatihan yang harus ditingkatkan.

“Namun juga kemampuan MC atau pembawa acara yang mempunyai peran  sangat penting dalam sebuah acara,” katanya.

Dijelaskan Siti Munifah, kemampuan MC turut menentukan keberhasilan sebuah kegiatan atau acara.

“Oleh karena itu, diperlukan dukungan seorang MC yang mempunyai pengetahuan dan wawasan yang luas serta bekerja secara professional, dan mampu mengantarkan setiap acara demi acara secara baik dan sukses,” katanya.

Siti Munifah menambahkan, BPPSDMP akan terus mendorong pengembangan dan penyelenggaraan peningkatan kompetensi SDM di BPPSDMP. Seperti pelatihan Master of Ceremony ini.

“Kegiatan ini dapat sangat penting karena seorang MC memerlukan ketrampilan dan latihan khusus karena walaupun terlihat tidak sulit, namun tidak semua orang bisa melakukannya”.

Menurutnya, materi dalam pelatihan ini adalah bagaimana menjadi MC yang baik, bagaimana harus bersikap , kemudian menangani masalah serta mencari pemecahan ketika tiba tiba muncul suatu permasalahan saat berbicara didepan umum.

“Juga tentang krisis kepercayaan diri ketika tampil menjadi MC menjadi suatu persoalan yang sangat penting. Dengan demikian pelatihan  dan pembekalan untuk menjadi seorang MC yang baik saya nilai sangat baik,” katanya.

Sementara Joice Triatman, Staf khusus Menteri Pertanian Bidang Hubungan Kelembagaan dan Tata Hubungan Kerja hadir memberikan sambutan. Joice mengatakan SDM pertanian harus bisa menjadi etalase dari institusi Kementan.

“Saat pandemi, semua sektor turun, hanya pertanian yang tumbuh. Setiap hal yang bisa menjadi kebanggaan, jangan hanya kebanggaan Pak Menteri, tapi harus menjadi kebanggaan kita semua. Kita harus bisa menjadi ujung tombak untuk menyampaikan hal yang baik ke khalayak,” ujarnya.

Sedangkan narasumber Fifi Aleyda Yahya, menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi MC atau host.

“Tantangan seorang MC adalah gangguan saat acara, seperti ada yang main handphone, ngobrol, mati listrik, atau narasumber bergonta-ganti,” katanya.

Menurutnya, dalam kondisi seperti itu MC harus memastikan audiens tetap fokus pada acara.

“Kita harus pastikan fokus audien tetap ke acara. Kita (MC) bukan bintang, tapi fasilitator. Kita memperkenalkan narasumber dan kapasitas mereka, apalagi di acara seperti instansi pemerintahan,” katanya.(ez)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *