Badung Kenalkan Destinasi Baru di BBTF 2019

173 0

NUSA DUA – Pelaksana Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2019 dimaksimalkan Kabupaten Badung, Bali. Mereka memperkenalkan beragam destinasi baru. BBTF bergulir di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kabupaten Badung, Bali, pada 25-29 Juni.

“Kami selalu merespons potensi pasar yang terus tumbuh. Pariwisata Badung dinamis. Kami terus berupaya menaikan jumlah kunjungan wisman. Caranya, memberikan experience melalui destinasi baru. Pengembangan ini sudah mulai pada 2020. Destinasi baru tersebut nantinya akan tersebar di beberapa wilayah,” ungkap Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa.

Ada beberapa destinasi yang dikembangkan Badung. Untuk destinasi baru di Badung Utara ada 4. Ada Taman Bumi Banten, Agro Techno Park, Kereta Gantung, dan Wisata Tirta. Dibangun juga destinasi baru Taman Bung Karno di kawasan Badung Tengah. “Pengembangan destinasi baru ini tetap berbasiskan alam. Hal ini sesuai dengan perinsip yang kami pakai,” lanjutnya.

Dalam pengembangan kawasannya, Badung menganut konsep triangle. Sebut saja, Theologis, Ecologis, dan Tourist. Dengan konsep ini, industri pariwisata pun rata-rata tumbuh 10% hingga 30% per tahun. Kondisi ini direspon dengan penambahan atraksi. Sebagai gambaran, Taman Bumi Banten versi Badung Tengah tetap mengakomodir kepentingan keseimbangan alam dan manusia.

Taman Bumi Banten nantinya 100% akan diisi tanaman yang memiliki nilai guna. Baik tanaman dengan value secara ekonomi maupun adat. Memenuhi aspek ekonomi, taman ini akan diisi seluruh tanaman yang memiliki fungsi sebagai obat-obatan. Konsep Taman Bumi Banten seperti ini pun diklaim Badung hanya ada 1 di Pulau Dewata.

“Destinasi baru tentu jadi sebuah kebutuhan bagi daerah. Sebab, pasar terus berkembang dengan sangat dinamis. Mereka tentu membutuhkan hal-hal baru. Kami tentu sangat gembira mendengar Badung telah bersiap dengan destinasi barunya. Artinya, masa depan pariwisata Badung makin cerah,” terang Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Badung juga menghadirkan Agro Techno Park. Destinasi ini dibangun pada lahan seluas 15 Hektar. Pada 2020 nanti, luas kawasannya akan dikembangkan hingga 50 Hektar. Dengan konsep dasar pertanian, kawasan ini akan ditanami beragam jenis tumbuhan dengan nilai ekonomi tinggi. Fungsinya juga dikembangkan menjadi laboratorium alam atau spot penelitian.

Untuk infrastruktur, Badung membangun Kereta Gantung. Fasilitas tersebut akan dibangun dengan poros destinasi Air Terjun Nungnung. Untuk memberikan kenyamanan bagi para wisatawan, Badung rela merogoh koceknya lebih dalam. Sebab, proyek pembangunan fasilitas Kereta Gantung ini menghabiskan anggaran hingga Rp542 Miliar.

“Badung akan mendapatkan keseimbangan yang luar biasa. Investasi yang mereka keluarkan saat ini akan memberikan manfaat besar. Secara menyeluruh, apa yang dilakukan Badung sungguh luar biasa. Visi dan misi mereka ke depan akan pengembangan daerahnya semakin kuat. Pariwisata ini tentu akan memberikan impact positif lebih besar di Badung,” tegas Rizki.

Badung tak ketinggalan mengembangkan destinasi Wisata Tirta. Wisata Tirta merupakan perluasan dari fungsi bendungan yang akan dibangun dengan luas 28 Hektar. Secara umum, destinasi ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih selain magnet penarik wisatawan. Destinasi baru lain adalah Taman Bung Karno dengan luasan lahan 25 Hektar.

“Pasar dan pariwisata Indonesia saat ini terus tumbuh signifikan. BBTF memang menjadi spot ideal guna promosi destinasi baru. Namun, destinasi tetap fokus mendorong produk yang sudah ada. Destinasi yang sudah ada tentu terus mengalami upgrade. Secara umum, Indonesiaadalah destinasi terbaik,” tegas Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani.

Selain Kabupaten Badung, wilayah lain juga menawarkan destinasi baru melalui BBTF. Ada Sitaro yang terus dikembangkan oleh Sulawesi Utara. Dengan konsep bahari, Kepulauan Sitaro banyak menyimpan surga tersembunyi. Sedikitnya ada 7 spot eksotis di sini, seperti Pantai Tanganga dengan pasir putihnya yang memanjang. Atau, Pulau Makehi dengan Danau Love-nya hingga indahnya coral Pulau Mahoro.

Kawasan Sitaro juga mengenalkan eksotisnya bawah laut Pulau Pahepa. Ada beragam terumbu karang dan ikan warna warni yang bisa dijumpai di sini. Untuk menikmatinya wisatawan tinggal snorkling atau diving. Keunikan Sitaro pun ditegaskan melalui Temboko Lehi, yaitu Pantai Air Panas. Suhu air hangat di sini efek Gunung Api Karangetang. Alternatif lainnya, Pulau Manupitaeng dan Pantai Kalihiang.

“BBTF benar-benar menampilkan sisi terbaiknya. Para buyer dan wisatawan semakin tahu betapa kaya juga tumbuhnya pariwisata di Indonesia. Membangun koneksi bisnis dengan pariwista Indonesia adalah langkah terbaik. Sebab, selalu ada keuntungan jangka panjang. Alam, budaya, dan manmadenya yang terbaik. Aksesibilitas dan amenitasnya luar biasa,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik ASEAN.(***)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *