Bantuan Saprodi READSI Jamin Produktivitas KWT Langgea

24 0

KONAWE – Sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian, Kementerian Pertanian, melalui program Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling Up Initiative (READSI), menyalurkan paket bantuan Sarana Produksi Pertanian (Saprodi) untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Mandiri Desa Langgae, Kabupaten Konawe,  Sulawesi Tenggara. Hal ini sekaligus untuk mendukung Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan Program P2L menjadi salah satu cara memenuhi lonjakan kebutuhan pangan masyarakat. P2L ideal dilakukan KWT karena memanfaatkan lahan terbatas.

“Hasilnya bagus secara ekonomi dan bisa menunjang gizi keluarga,” tutur Mentan SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan READSI memberi peluang besar bagi petani untuk mengembangkan usaha taninya.

“Lahan terbatas pun masih bisa optimal menghasilkan keuntungan ekonomi tinggi. READSI juga siap memberikan dukungan penuh melalui unit pelaksana teknis (UPT) di daerah,” jelas Dedi.

READSI merupakan salah satu program pemberdayaan dari Kementerian Pertanian untuk memberdayakan petani kecil, meningkatkan pendapatan dan produksi serta memperkuat kelembagaan di desa melalui satu paket lengkap program pemberdayaan yang terintergrasi.

Tujuan jangka pendek dari Proyek READSI ini yaitu memberdayakan rumah tangga di pedesaan di Sulawesi, Kalimantan Barat dan NTT, baik secara individu maupun secara kelompok, dengan keterampilan, membangun rasa percaya diri dan pemanfaatan sumberdaya untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pertanian dan non-pertanian serta meningkatkan taraf hidupnya secara berkelanjutan.

Paket saprodi untuk KWT Desa Langgae, Kabupaten Konawe, disalurkan melalui dua tahap, yaitu pada Kamis, 15 Juli 2021 dan Jumat 16 Juli 2021.

“Paket saprodi baru saja kami terima Kamis dan Jumat, dan dibagikan pada anggota KWT, Minggu, 18 Juli 2021”, jelas Riwes, Ketua KWT Mandiri Desa Langgea.

Wanita asal Banyumas, Jawa Tengah ini mengungkapkan dirinya dan teman – teman yang tergabung dalam KWT Mandiri merasa senang mendapat paket tersebut. Karena, bantuan saprodi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas tanaman di pekarangan.

Adapun paket Saprodi yang diberikan berupa Polibag, gembor, waring, pupuk NPK dan organic serta beberapa benih tanaman seperti kangkung, kacang panjang, tomat, dan terong yang akan dibagikan pada 25 orang anggota KWT

“Saprodi ini bermanfaat untuk tanaman – tanaman di pekarangan rumah saya, apalagi saat ini musim hujan, kami sangat membutuhkan waring untuk melindungi tanaman dari hujan,” tutur Riwes.

Sebagai informasi, sebagian besar anggota KWT Mandiri memiliki lahan pekarangan yang mereka tanami dengan berbagai jenis sayuran hortikultura, seperti pakcoy, buncis, cabai, dan lainnya. Sayuran tersebut juga didistribusikan ke wilayah lain sekitar Konawe.

Fasilitator Desa Langgea, Rohidin, menyebutkan, varietas pertanian yang diunggulkan dari desa Langgea ini memang tanaman hortikultura.

“Jenis sayuran hortikultura yang dihasilkan dari Desa Langgea ini termasuk bagus sehingga banyak permintaan dari luar,” ujar Rohidin.

Karena itu, Ia menambahkan dengan adanya bantuan Saprodi dari READSI Kementan, diharapkan dapat meningkatkan produktifitas hasil tanaman pekarangan hortikultura yang ada di Desa Langgea.

Riwes pun mengakui bahwa dirinya mendapatkan ilmu bercocok tanam di pekarangan juga melalui program READSI Kementan, Pekarangan Pangan Lestari (P2L) pada tahun 2019 – 2020.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *