Berada di Keerom, Pastikan Kuliner Khas Ini Sebagai Buah Tangannya

142 0

KEEROM – Destinasi Keerom menawarkan beragam potensi kulinernya. Uniknya kuliner otentik ini diolah dari aneka hasil bumi yang ada di sana. Cita rasanya nikmat dan harganya ramah. Daftar makanqn ini harus menjadi buah tangan saat berkunjung ke edisi 2 Festival Crossborder Keerom 2019.

Festival Crossborder Keerom 2019 dgulirkan 21-23 Juni. Venuenya berada di Lapangan Arso Swakarsa, Keerom. Event menampilkan Monkey Boots, Setia Nada, Pikasi, dan Native Yatez asal Papua New Guinea (PNG). Ada performa Kalacakti Band, Games, Bazaar, plus Parade Kesenian Tradisional. Event ini semakin berwarna dengan beragam kuliner otentik yang ditawarkan.

“Keerom memiliki banyak produk hasil bumi. Sayang saja kalau tidak dimanfaatkan. Dengan pengetahuan yang kami miliki, akhirnya kami olah menjadi beberapa kue basah. Hasilnya bagus. Rasanya enak dan secara ekonomi sangat menjanjikan,” ungkap Ketua Darma Wanita Dinas Pariwisata Keerom Yuli Boriyanti.

Darma Wanita Dinas Pariwisata Keerom sebelumnya aktif dalam Festival Crossborder Keerom 2019 episode 1. Menawarkan beragam produk inovatifnya, mereka menempati stand bazaar nomor 11. Ada beragam kuliner yang ditawarkan, seperti gado-gado, getuk, beragam kue, es buah, kopi susu, hingga aneka buah-buahan segar.

Selain itu, mereka juga menawarkan bragam produk khasnya. Ada Perkedel Keladi dengan cita rasanya yang unik. Sesuai namanya, makanan ini menggunakan keladi dan petatas (ubi) sebagai bahan bakunya. Untuk menambah nikmat cita rasanya ditambahkan juga kemiri, ketumbar, bawang, garam, dan telur. Yuli menambahkan, Perkedel Keladi paling dicari saat edisi 1 Festival Crossborder Keerom 2019.

“Kami membuat banyak kuliner olahan. Pada penyelenggaraan Festival Crossborder Keerom 2019 yang pertama semuanya laris. Perkedel Keladi ini banyak yang mencari. Rasanya khas dan harganya terjagkau sekitar Rp5 Ribu per bungkus. Perkedel ini bisa tahan hingga 2 hari. Kami memang tidak mencampurkan pengawet. Apa yang disajikan masih alami,” terang Yuli lagi.

Daftar kuliner khasnya semakin panjang dengan Getuk Petatas. Kuliner ini memakai petatas sebagai bahan baku utamanya. Bahan baku ini lalu dikombinasikan dengan telur, mentega, garam, dan vanili. Harga yang ditawarkan sekitar Rp10 Ribu. Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani menerangkan, kuliner khas menjadi daya tarik wisatawan.

“Keerom memiliki beragam kuliner yang unik dan menarik. Semuanya sangat khas. Hal ini tentu menjadi potensi besar. Daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke sana. Silahkan eksplorasi beragam kuliner menarik ini. Selain nikmat, harganya juga rata-rata sangat ramah,” terang Ricky.

Lebih lanjut, mereka.juga mengembangkan kue Bolu Labu Kuning. Kue ini sangat khas dengan tekstur lembuh. Rasanya enak. Sesuai namanya, Kue Bolu ini menggunakan Labu Kuning sebagai bahan baku utamanya. Ada juga tepung terigu, gula pasir, telur, vanili, juga backing powder. Setelah adonan siap baru dioven. Kue Bolu Labu Kuning dijual dengan harga Rp5 Ribu per pax.

“Keerom menghasilkan beragam potensi hasil bumi. Dengan kreativitas, hasil bumi ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kami optimistis, melalui event Festival Crossborder Keerom, para pelaku bisnis kuliner mendapatkan porsi branding cukup. Artinya, potensi pasar lenih luas terbuka bagi mereka,” papar Ricky lagi.

Melengkapi kuliner khasnya, Darma Wanita Dinas Pariwisata Keerom mengbaangkan Kelemet. Jajanan ini terbuat dari singkong dan pisang. Buah pisang merupakan salah satu andalan dari Keerom. Bahan baku utama ini lalu dicampur dengan kelapa parut, vanili, gula, dan garam. Agar nikmat ada beberapa treatment, yaitu singkong parut diperas agar sarinya hilang. Hal ini untuk mengurangi potensi rasa getir yang muncul.

“Tetap dibutuhkan inovasi untuk menaikan nilai ekonominya. Beragam keunikan ini tentu menjadi potensi besar bagi pariwisata. Sebab, kuliner menjadi buruan para wisatawan saat berkunjung ke destinasi. Secara ekonomi juga valuenya menjanjikan. Dari situ tentu ada inkam yang positif untuk kesejahteraan,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik ASEAN.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *