Berkat Pelatihan Kekinian, Petani Milenial Makin Jeli Berwirausaha

32 0

JAKARTA – Kementerian Pertanian terus mendorong peningkatan kapasitas SDM pertanian dengan berbagai cara. Salah satu yang di tempuh dengan menggunakan metode Pelatihan Online yang sangat tepat di laksanakan di tengah situasi Pandemi Covid-19.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, peningkatan pengetahuan dan kemampuan SDM Pertanian sangat penting.

“Masa depan pertanian Indonesia ada di tangan petani-petani milenial. Untuk itu, kita akan terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas mereka,” ujar Mentan Syahrul.

Penekanan serupa juga disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi. Menurutnya, petani harus jeli mengembangkan sektor usahanya agar mendapatkan hasil maksimal.

“Oleh karena itu, materi pelatihan yang disampaikan terkait dengan bisnis kewirausahaan, bagaimana melihat peluang bisnis, bagaimana menggerakkan suatu perusahaan agar betul-betul efisien dari segi biaya, tapi efektif untuk mendongkrak produktivitas, mendongkrak produksi utamanya di sektor pertanian,” ujar Dedi.

Dalam rangka itu, pelatihan kewirausahaan bagi Duta Petani Milenial (DPM), Duta Petani Andalan (DPA), dan Petani Milenial akan diselenggarakan menggunakan metode blended learning dan full online. Sebelumnya dilakukan lebih dulu sinkronisasi aplikasi registrasi online dengan aplikasi Learning Management System (LMS) yang ada di 10 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Pertanian lingkup BPPSDMP.

Calon peserta pelatihan kewirausahaan terdiri dari DPM, DPA, dan Petani Milenial yang terdaftar pada DB milenial. Sampai saat ini berjumlah kurang lebih 10.473 DPM, DPA, dan Petani Milenial yang akan dilatih kewirausahaan tersebut.

“Pengembangan pertanian mutlak dilakukan. Untuk itu, Kementan terus menggenjot kemampuan dan pengetahuan petani milenial jelang pelatihan kewirausahaan”. Hal tersebut disampaikan Leli Nuryati, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian dalam Koordinasi Persiapan Kegiatan Pelatihan Kewirausahaan Bagi DPM dan DPA, di Hotel Santika BSD City, Serpong, Banten, Senin (30/8/2021).

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pembahasan mengenai integrasi data dan persiapan LMS 10 UPT pelatihan serta proses input bahan pelatihan kewirausahaan.

“Pusdatin akan mengintegrasikan data peserta dari aplikasi registrasi online dengan aplikasi Learning Management System (LMS) yang ada di 10 UPT Pelatihan Pertanian Pusat. UPT Pelatihan akan melakukan sosialisasi dan monitoring registrasi peserta pelatihan kewirausahaan berdasarkan wilayah alokasi pesertanya, sedangkan DPM/DPA akan melakukan pengawalan proses pelatihan kewirusahaan terkait registrasi peserta, materi, fasilitator pelatihan, proses pelaksanaan sampai dengan pasca pelatihan bersama dengan UPT Pelatihan”, terang Leli.

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *