Berlaku Efektif 1 April, Kemenparekraf Minta Semua Pihak Patuhi Aturan Baru Perjalanan Dalam Negeri

827 0

JAKARTA – Demi menekan penyebaran virus Corona, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak semua pihak untuk mematuhi aturan baru perjalanan yang dikeluarkan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19. Aturan baru ini diharapkan bisa mendukung pemulihan sektor pariwisata, khususnya Bali.

Sebagaimana dilansir dari setkab.go,id, Satgas Penanganan Covid-19 telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Peraturan baru ini berlaku efektif 1 April 2021.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan tujuan diterbitkannya SE adalah untuk meningkatkan penerapan protokol kesehatan dalam kebiasaan baru bagi terciptanya kehidupan yang produktif dan aman Covid-19.

Sekaligus juga mencegah terjadinya peningkatan penularan Covid-19; dan melakukan pembatasan pelaku perjalanan pengguna moda transportasi udara, laut, kereta api, dan darat.

“Ruang lingkup Surat Edaran ini adalah protokol kesehatan terhadap Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang menggunakan seluruh moda transportasi untuk seluruh wilayah Indonesia,” tegas Doni.

Khusus perjalanan ke Pulau Bali dengan transportasi udara, laut, dan darat, baik pribadi maupun umum, edaran tersebut mengatakan pejalan wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Atau hasil negatif tes GeNose C19 di bandara, pelabuhan, dan terminal sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia.

Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf, Vinsensius Jemadu, menyambut baik hadirnya edaran terbaru Satgas Covid-19.

“Pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif jelas menjadi fokus kita. Oleh sebab itu, kita meminta semua pihak terkait memahami dan mematuhinya,” katanya.

Pria yang akrab disapa VJ itu juga berharap kondisi ini tidak dimanfaatkan oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan, terutama untuk wisatawan yang ingin berkunjung ke Bali.

“Sesuai surat edaran Satgas Covid-19, wisatawan yang ingin berkunjung ke Bali cukup menjalani tes di bandara, atau membawa surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau negatif rapid test antigen yang berlaku maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan. Jika itu dipatuhi, wisatawan bisa berlama-lama di Bali. Karena tes baru mereka jalani lagi saat akan meninggalkan Bali. Ini harus dipahami dan dijalankan semua pihak,” katanya.

Vinsen mengatakan perhatian diberikan kepada Bali lantaran Pulau Dewata adalah hub untuk destinasi lain.

“Buat kita, keamanan dan kenyamanan wisatawan harus menjadi perhatian utama. Khususnya wisatawan yang berkunjung ke Bali. Karena yang sama-sama kita ketahui, Bali adalah barometer pariwisata di Tanah Air,” jelasnya.

Vinsen menambahkan, pemulihan sektor pariwisata, khususnya Bali, bisa berlangsung lebih cepat jika semua pihak mematuhi aturan, baik petugas, wisatawan, satgas, dan pihak-pihak terkait lainnya.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *