Bersama Mendag, Menpar Arief Yahya Resmikan Hotel Terbesar di Palangkaraya

115 0

PALANGKARAYA – Menteri Pariwisata Arief Yahya meresmikan operasional hotel terbesar di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Selasa (1/10) malam. Namanya, M Bahalap Hotel. Peresmian dilakukan bersama Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Hotel yang dikelola PT Harapan Agung Bersama, membuat amenitas Palangkaraya kian komplet.

“Malam ini saya meresmikan Hotel Bahalap. Amenitas baru di Palangkaraya. Ini hotel besar yang memiliki 11 lantai dan 227 kamar. Hotel ini menempati lahan seluas 8.500 meter persegi,” papar Menpar Arief Yahya.

Menurutnya, semua pihak harus memaksimalkan sektor pariwisata. Sebab, pariwisata sudah ditetapkan sebagai core economy bangsa.

“Jika ada yang bertanya, apa core economy bangsamu? Kalian akan jawab apa? Jawabannya pariwisata. Pertumbuhan pariwisata kita sangat pesat. Pertumbuhan terbesar di dunia. Saat ini sektor pariwisata masih berada di peringat 2 penyumbang devisa. Bergantian dengan batu bara, CPO, kelapa sawit. Tapi tahun 2019 ini pariwisata diproyeksikan menjadi nomor satu sebagai penyumbang devisa nomor satu buat negara,” papar Menpar.

Dijelaskannya, pariwisata adalah cara termudah dan tercepat untuk menghasilkan devisa buat negara. Termasuk untuk PAD.

“Di Indonesia, pariwisata adalah cara paling mudah dan paling murah untuk meningkatkan PAD dan devisa. Mengapa mudah dan murah? Karena di pariwisata pabrik tidak usah dibuat. Tanjung Putting tidak perlu dibuat. Kita hanya perlu mengelolanya, memolesnya,” paparnya.

Jika pemerintah daerah ingin memajukan pariwisata, Menpar memiliki sejumlah masukan. Pertama, pemerintah daerah harus menempatkan orang yang benar dan memiliki komitmen di Dinas Pariwisata. Kemudian anggaran.

“Kalau daerah komitmen, anggarkan dana buat membangun pariwisata. Keseriusan itu bisa dilihat dari anggaran di APBD. Ada tidak anggaran buat pariwisata di situ. Jika ada, itulah bentuk komitmen,” jelasnya.

Ditambahkannya, komitmen ini berkaitan juga dengan pengembangan 3A (atraksi-aksesibilitas-amenitas).
“Saya selalu menyampaikan, jika satu destinasi ingin maju, mereka harus membenahi 3A, atraksi-aksesibilitas-amenitas. Ketiga hal ini bukan hanya penting, tetapi juga terkait. Semakin bagus 3A, akan semakin banyak wisatawan yang hadir,” ujar Menteri asal Banyuwangi itu..

Uraian 3A tersebut sangat jelas. Sebuah destinasi harus memiliki atraksi menarik. Atraksi berkualitas. Tujuan, agar wisatawan tergoda untuk datang. Untuk memudahkan wisatawan menyaksikan atraksi, sangat dibutuhkan aksesibilitas yang memadai. Yang nyaman dan aman.

Sesampainya di destinasi, wisatawan yang ingin menginap harus mendapatkan amenitas yang sesuai dengan keinginannya. Amenitas yang nyaman dan ramah tentunya.

Oleh karena itu, Menpar Arief Yahya menyambut baik hadirnya M Bahalap Hotel. Karena, semakin memperkuat amenitas di Palangkaraya.

“Wisatawan yang datang ke Palangkaraya kini semakin banyak pilihan amenitasnya. Mereka bisa mencari hotel berkualitas seperti M Bahalap, atau mencari amenitas lain. M Bahalap Hotel juga bisa mendukung atraksi yang ada di Kalimantan Tengah,” jelasnya.

Lokasi M Bahalap Hotel sendiri sangat strategis. Serta mudah dijangkau. Dari Bandara Tjilik Riwut, hotel ini hanya berjarak 10,3 km. atau hanya 16 menit perjalanan. Sebuah jarak yang ideal buat wisatawan yang ingin berlibur di Kota Palangkaraya.

Hotel ini pun cukup dekat dengan berbagai destinasi wisata yang ada di Palangkaraya. Tugu Soekarno misalnya, hotel ini cuma berjarak 3 km dari destinasi tersebut. Begitu juga dengan Museum Belanga. Jaraknya sekitar 4,4 km. Atau hanya 10 menit perjalanan dari M Bahalap Hotel.

“Dari lokasinya, M Bahalap sudah ideal. Karena tidak jauh dari bandara. Serta mudah menjangkau destinasi. Apalagi hotel ini juga nyaman,” urai Menteri asal Banyuwangi itu.

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *