Bisa Beri Nilai Tambah, Produk Hasil Olahan Dimaksimalkan

349 0

PONTIANAK – Kementerian Pertanian mengajak para petani untuk meningkatkan pendapatan dengan memanfaatkan produk olahan pertanian. Untuk mendukung itu, dibutuhkan pendampingan dari penyuluh.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, SDM pertanian harus terus memperbarui diri.

“Sektor pertanian terus berkembang. Bahkan saat semua sektor terganggu, sektor pertanian terus tumbuh. Pertumbuhan ini harus terus kita jaga. Oleh karena itu, pertanian membutuhkan SDM-SDM berkualitas,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, peran Penyuluh sangat penting dalam mendampingi petani dalam menjaga stabilitas produksi pangan.

“SDM pertanian merupakan faktor utama dalam mendukung peningkatan produksi karena dari hasil penelitian, kontribusinya mencapai 50% terhadap peningkatan produktivitas. Sedangkan hasil inovasi teknologi dan sarana produksi kontribusinya sebesar 25%,” tuturnya.

Dedi Nursyamsi menambahkan, mengaktifkan dan menggerakkan kelompok tani menjadi aktivitas harian utama yang dijalankan para pendamping kelompok tani, seperti Penyuluh dan Fasilitator Desa.

“Salah satu kuncinya agar kelompok tani bisa berjalan dinamis adalah kedekatan penyuluh dan Fasilitator Desa dengan kelompok tani. Kuncinya tidak lain dengan seringnya melakukan pendampingan lapangan yang intensif,” katanya.

Meski kini petani bisa mendapatkan informasi teknologi pertanian dari internet, namun kenyataannya, petani tetap masih memerlukan bimbingan pendamping. Penumbuhan dan penguatan kelompok tani menjadi prioritas dalam pembangunan pertanian.

“Pembinaan kelompok tani diarahkan pada penerapan sistem agribisnis yang kuat, peningkatan peran serta petani dan anggota masyarakat pedesaan lainnya, menumbuhkembangkan kerjasama antar petani dan pihak lainnya yang terkait untuk mengembangkan usaha tani,” kata Dedi lagi.

Karena itu, perlu dilakukan pembinaan dalam rangka penumbuhan dan pengembangan kelompok tani menjadi kelompok yang kuat dan mandiri untuk meningkatkan pendapatan petani dan keluarganya.

Badan PPSDMP melalui Program READSI memperkuat SDM Pertanian dan memberdayakan kelompok tani melalui sinergitas teknis dan non teknis pertanian yang dijalankan bersama oleh Penyuluh dan Fasilitator Desa, khususnyanya menyasar di daerah remote.

Saat ini, pertemuan rutin kelompok Program READSI  berjalan sesuai yang diprogramkan. Banyak yang terjadi saat penyuluh dan Fasilitator Desa berkunjung, petani lebih sering sharing mengutarakan berbagai tantangan keterbatasan sumberdaya serta mencari solusi bersama para pendamping.

Pendekatan dan pendampingan yang dilakukan oleh Nabu, Fasilitator Desa  Arung Parak, Kecamatan Tanggaran akhirnya berbuah manis. Setelah adanya intervensi program READSI, KWT Srikandi yang didampinginya telah memproduksi produk seperti Jamu Jahe Instan, Sauce, Cabai dan Kerupuk Sayur.

Untuk peluang pasarnya pun masih terbuka luas, sampai dengan saat ini produk tersebut sudah sampai dipasarkan di Kota Pontianak.

Tidak sampai di situ saja kelompok yang didampingi juga telah membuka rekening dan memiliki uang kas serta terbentuknya simpan pinjam di 4 kelompok.  Kelompok Wanita Tani Srikandi kini telah memiliki usaha simpan pinjam dengan nilai Rp.19.000.000,- dari penjualan produknya.

Monitoring serta pendampingan yang dilakukan Nabu bersama Hasan Ketua Gaboktan  di 3  kelompok yaitu Srikandi, Hidup Bersama, dan Parit Baru bertujuan untuk memberikan semangat dan bimbingan kelompok tani dalam mengolah tanah dan menguatkan kelembagaan kelompok serta memberikan pelatihan untuk mengolah hasil pertanian.

Dengan pembinaan kelompok tani diharapkan dapat membantu  menggali potensi, memecahkan masalah usaha tani secara lebih efektif, dan memudahkan mengakses informasi, pasar, teknologi, permodalan dan sumberdaya lainnya. Hal ini bisa dilihat dari organisasi kelompok tani yang kuat dan mandiri.

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *