Bisa Bersinergi dengan IPDMIP, BPP Kostratani Diperkenalkan di Indramayu

40 0

INDRAMAYU – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) memperkenalkan BPP Kostratani di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. BPP Kostratani diharapkan bisa bersinergi dengan proyek IPDMIP.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berharap sinergi antara Gerakan Kostratani dan IPDMIP bisa dilakukan untuk meningkatkan produktivitas.

“Peningkatan produksi harus dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan. Dan kita bisa mensinergikan Kostratani dan IPDMIP yang memiliki satu tujuan, yaitu peningkatan produktivitas, dan kesejahteraan petani. Hal ini dibutuhkan. Apalagi saat pendemi Covid-19 seperti ini seluruh negara eksportir menahan diri. Artinya, kita harus hidup dari petani kita sendiri, dari lahan kita sendiri,” katanya.

Integrated Partisipatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP), atau Proyek Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi Terpadu secara Partisipatif, dilaksanakan di Daerah Irigasi (DI). Tujuannya, untuk meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan, hususnya di sekitar DI.

Sementara Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi, berharap kehadiran Kostratani di Kabupaten Indramayu bisa berdampak positif. Khususnya untuk meningkatkan produktivitas.

“Kabupaten Indramayu adalah sentra produksi beras nasional tertingi. Diharapkan Indramayu tidak hanya sekadar bisa mempertahankan, tetapi juga bisa meningkatkan produktivitas padi dan produksi beras, dan tetap menjadi pemasok beras utama nasional,” tuturnya.

Dedi meminta produksi beras Indramayu tidak boleh bermasalah. Karena, Indramayu andalan beras nasional, oleh karena itu, Indramayu harus selalu meningkatkan produktivitas. Pangan tidak boleh bermasalah.

“Sebab, pangan adalah kunci, pangan adalah agen untuk melawan Covid 19 khususnya selama obat belum ada. Yang bisa melawan Covid-19 adalah imunitas, dan imunitas berasal dari pangan yang kita konsumsi. Selama Covid-19 pangan tidak boleh bersoal. Pangan di Indramayu tidak boleh bermasalah,” katanya.

Ditegaskannya, faktor pengungkit terbesar dalam produktivitas adalah SDM. Untuk itu ia meminta SDM yang ada di BPP Kostratani untuk terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan.

“Salah satu melalui sejumlah pelatihan, termasuk pelatihan yang dilakukan IPDMIP. Mengapa? Karena IPDMIP mengajak penyuluh dan petani untuk memaksimalkan hasil pertanian di daerah irigasi. Dan ini sejalan dengan semangat kita untuk meningkatkan produksi pertanian,” tuturnya.

Untuk memperkuat BPP Kostratani, BPPSDMP Kementan akan melakukan pembangunan fisik, baik pembangunan kantor BPP (Balai Penyuluhan Pertanian), maupun melengkapi sarana IT dengan pengadaan komputer dan modem.

Sementara Plt Bupati Indramayu Taufik Hidayat sangat mendukung hadirnya BPP Kostratani. Apalagi, Kostratani bisa membantu meningkatkan produksi.

“Nanti kita akan berkolaborasi dengan Kadis Kominfo untuk membantu masalah IT di BPP. Semua sektor bisa bekerjasama untuk mendukung suksesnya pertanian di Indramayu. Harapan kami dan Pemerintah Daerah Indramayu, kegiatan ini bisa meningkatakan produksi pertanian, karena kami masih ditopang pertanian,” tutur Taufik Hidayat.

Menurutnya, Indramayu memang memiliki sumber daya alam lainnya, seperti migas dan laut. Tapi, yang paling utama tetap pertanian. Menurutnya, Indramayu akan bertahan untuk terus menjadi produsen beras nomor satu di Indonesia. Salah satu langkah nyata yang dilakukan Pemda Indramayu adalah menghadirkan perda lahan pertanian abadi. (EZ)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *