BPP Lampung Isi Pelatihan Petani dan Penyuluh

24 0

Bandar Lampung – Pelatihan Petani dan Penyuluh yang dilakukan Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP, turut difasilitatori oleh BPP Lampung. Pelatihan yang dibuka Presiden Joko Widodo, 6 Agustus 2021, akan berlangsung hingga 14 Agustus 2021.

Lewat pelatihan ini, diharapkan hadir sumber daya manusia pertanian yang berkompeten menghadapi tantangan dan perubahan cepat pada era industri 4.0.

Presiden Joko Widodo (Jokowi), saat membuka pelatihan secara virtual, mengatakan petani dan kelompok tani diharapkan dapat menggarap sektor hulu hingga hilir baik on-farm maupun off-farm. Yakni meliputi pengolahan pasca panennya, sampai ke packaging dan trading produk sehingga produk pertanian bisa dilakukan lintas negara dengan demikian petani memiliki peluang yang lebih besar.

“Kita harus tahu persaingan produk pertanian sekarang sudah lintas negara. Petani Indonesia harus kompetitif dalam keterampilan teknis, pemanfaatan model bisnis, model bisnis dan manajemennya,” jelasnya.

Lanjut, beliau mengapresisasi karena di tengah pandemi Covid-19, hampir semua sektor berkontribusi minus, namun sektor pertanian menjadi satu dari tiga sektor yang bertumbuh positif. Mengacu data BPS, sektor pertanian mampu berkontribusi positif sebesar 1,75 persen pada tahun 2020 dan pada triwulan pertama 2021 tumbuh positif 2,95 persen.

Sementara itu, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan sektor pertanian sangat strategis untuk ketahanan perekonomian bangsa dan negara. Oleh karena itu, perlu upaya seluruh jajaran untuk dapat bersama-sama mengelola pertanian di setiap daerah mulai dari desa hingga nasional.

“Pertanian sangat menjanjikan menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi bangsa dan rakyat,” tandasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menambahkan bahwa Kementan tetap berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian.

“Pertanian posisinya penting bagi ketahanan pangan. Secara bisnis, pertanian juga sangat kompetitif dan tidak terpengaruh Pandemi Covid-19,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut pernyataan tersebut, Kepala BPPSDMP melaksanakan pelatihan petani dan penyuluh dengan tema pendampingan kredit usaha rakyat.

“Kredit usaha rakyat ini adalah energi adalah bensin untuk menggerakkan roda perekonomian nasional utamanya di sektor pertanian,” ujarnya.

Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung, sebagai salah satu unit pelaksana teknis (UPT) di bawah BPPSDMP, ikut mendukung pelatihan wirausaha pertanian bagi petani milenial.

Kepala BPP Lampung, Abdul Roni, mengatakan kegiatan ini merupakan momentum yang sangat berharga untuk para petani, penyuluh dan petani milenial.

Menurutnya, pelatihan ini merupakan salah satu rangkaian dari 18 kegiatan pelatihan yang diikuti oleh petani dan penyuluh di seluruh Indonesia. Saat ini telah terdaftar lebih dari 1,5 juta peserta petani dan penyuluh serta 2.000 petani milenial.

Abdul Roni Angkat menyampaikan, pelatihan yang dilaksanakan pada Gelombang III ini menghadirkan pemateri yang berasal dari Balai Pelatihan Pertanian Lampung, Pusat Penyuluhan Pertanian dan Bank Rakyat Indonesia.

“Alhamdulillah, kami juga insyaallah dapat menghadirkan Kepala BPPSDMP dan juga Direktur Jendral Pembiayaan Pertanian,” tutur Abdul Roni.

Pelatihan yang dilaksanakan pada pukul 13.30 WIB ini berlangsung dengan tertib dan tetap mengikuti Protokol Kesehatan (Prokes) baik yang dilakukan secara tatap muka di Balai Penyuluhan Pertanian (offline) dan virtual melalui Zoom Cloud Meeting (online).

Pelatihan yang dipandu oleh Host Balai Pelatihan Pertanian Lampung ini telah diikuti oleh 1.315 pengguna Youtube melalui akun Youtube Pusat Pelatihan Pertanian. Sedangkan yang mengikuti pelatihan melalui Zoom Cloud Meeting sebanyak 6.000 partisipan yang terdiri dari 1.600 partisipan di akun Zoom Puslatan dan 4.400 partisipan di akun Zoom BPPSDMP.

Sedangkan menurut hasil rekapan Daftar Hadir Peserta mencapai 1.550 peserta. Dan partisipan yang bergabung baik melalui akun Zoom Cloud Meeting maupun melalui akun Youtube merupakan petani dan penyuluh yang berada di seluruh Indonesia. (Seft).

Related Post

NTB akan Maksimalkan Program IPDMIP

Posted by - 17 Maret 2021 0
NUSA TENGGARA BARAT – Untuk meningkatkan produksi pertanian, Kementerian Pertanian akan memaksimalkan proyek IPMDIP di Nusa Tenggara Barat (NTB). Di…

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *