BPPSDMP Dukung P4S Menjadi Pembaharu Pedesaan

621 0

BOGOR – Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) siap memaksimalkan dukungan untuk program utama Kementerian Pertanian.

Kesiapan itu dimatangkan dalam kegiatan Koordinasi Perencanaan Program Reguler Maksimum Tahun 2022, di Hotel Horison Bhuvana Bogor, 7-9 Januari 2022.

Kegiatan ini dihadiri Kepala UPT Pelatihan Pertanian dan Koordinator, Sub Koordinator lingkup Pusat Pelatihan Pertanian, Manager dan Konsultan READSI Project.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan tujuan pembangunan pertanian diantaranya adalah menyediakan pangan bagi 267 juta penduduk di Indonesia.

“Selain itu meningkatkan kesejahteraan petani, meningkatkan ekspor pertanian, melalui peningkatan produktivitas, kualitas, dan kontinuitas komoditas pertanian,” katanya.

Sementara BPPSDMP sebagai Unit Kerja Kementerian Pertanian, mempunyai 3 Program Aksi mendukung tujuan pembangunan pertanian. Yaitu Penguatan Kostratani, Penumbuhan Pengusaha Petani Milenial, dan Dukungan terhadap Program Utama Kementerian Pertanian.

Dalam sambutannya Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan agar memaksimalkan anggaran READSI untuk mendukung program utama Kementerian Pertanian.

“Serta rencana aksi BPPSDMP melalui program reguler maksimum pelatihan sejuta petani penyuluh, TOT, pelatihan kerjasama, forum P4S Nasional, launching KKNI Penyuluhan Pertanian, launching magang petani muda ke Luar Negeri, pelatihan smart farming bagi petani milenial, pendampingan dan pengawalan smart farming petani milenial dan diseminasi,” katanya.

Menurut Dedi, yang tidak kalah penting adalah meningkatkan penumbuhkembangan P4S dan mendorong P4S menjadi pembaharu pedesaan.

Dedi juga mengimbau seluruh UPT untuk terlibat dan totalitas mendukung program reguler maksimum tersebut.

“Segera susun PIC dan buat materinya, kita tunjukan bahwa BPPSDMP dapat menjadi pionir untuk peningkatan kapasitas penyuluh dan petani. Untuk itu kita harus bekerja keras, Cepat, Cermat dan Akurat. Tinggalkan cara-cara lama dan gunakan cara-cara baru berbasis IT,” katanya

Menurutnya, tahun baru adalah momentum untuk melakukan langkah konsolidasi, konsepsi dan perwujudan upaya-upaya maksimal yang akan dicapai di tahun 2022.

“Detailkan kegiatan-kegiatan di seluruh UPT Pelatihan Pertanian dan jangan hanya melaksanakan kegiatan reguler yang biasa-biasa saja. Laksanakan kegiatan reguler maksimum dan super priority program,” ujarnya.

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *