Bupati Lamongan: Pertanian Lamongan Sukses Transformasi dari Tradisional ke Modern

15 0

LAMONGAN – Kabupaten Lamongan menjadi salah satu daerah yang sukses mentransformasikan pertanian tradisional ke modern. Hal ini disampaikan Bupati Lamongan H Fadeli, saat menerima kunjungan kerja Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, Jumat (18/09).

Bupati Lamongan H Fadeli menegaskan, transformasi ini membuat produktivitas pertanian di Lamongan terus meningkat. Bahkan, mendukung target Lamongan menjadi lumbung pangan nasional.

“Lamongan sudah menjadi kabupaten penghasil padi terbesar di Jawa Timur, dan masuk 5 besar untuk nasional. Produktivitas jagung kita juga sangat tinggi, mencapai 10 ton/hektare, Kalau padi produktivitasnya 7,5 ton/hektare. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih ke Kementerian Pertanian karena terus memberikan perhatian untuk Lamongan,” katanya.

Tidak itu saja, Lamongan juga memaksimalkan sektor peternakan dengan meluncurkan “Tersapujagad”, atau Ternak Sapi Untung Produksi Jagung Meningkat.

Untuk terus mendukung kemajuan pertanian di Lamongan, Bupati H Fadeli memberikan support terhadap upaya BPPSDMP untuk meningkatkan kualitas SDM.

“Saya yakin kualitas SDM di Lamongan sudah bagus-bagus. Buktinya produktivitas kita sangat tinggi. Tapi tetap SDM pertanian di Lamongan harus ditingkatkan kemampuannya, juga kesejahteraannya,” tuturnya.

Ditambahkan Bupati Fadeli, dukungan dan semangat harus terus diberikan, sehingga SDM memiliki tambahan ilmu yang bisa berdampak ositif pada peningkatan produksi pertanian.

“Bila perlu setiap hari diadakan vidcon (video conference) oleh BPPSDMP untuk membuka wawasan dan menambah pengetahuan mereka,” katanya.

Sementara Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan produktivitas dan produksi pangan di Lamongan tidak boleh berkurang.

“Kalau produktivitas Lamongan berkurang, efeknya bisa terasa di nasional. Karena Lamongan adalah papan atas sentra produksi padi nasional. Lamongan adalah andalan Jawa Timur dan nasional. Makanya Lamongan harus kuat dan mantap,” katanya.

Dedi menegaskan, keberhasilan pembangunan pertanian harus dimulai dari kebangkitan SDM, yaitu penyuluh, petani, petani milenial, poktan dan juga gapoktan.

“Di negara yang pertaniannya maju, seperti Amerika, China, Jepang, Taiwan, dan lainnnya, penyuluhnya luar biasa. Kinerjanya luar biasa. Begitu juga petaninya. Saya yakin Lamongan punya banyak SDM dengan kualitas bagus, punya inovasi teknologi. Dan dengan tujuan itulah kita datang ke sini, agar bersama Pemda kita membangun SDM pertanian di Lamongan,” terangnya.

Dedi Nursyamsi menilai support yang diberikan Forkopimda untuk peningkatan SDM sangat luar biasa.

“Forkopimda hadir men-support pemberdayaan penyuluh dan petani. Apalagi 100% BPP di Lamongan terkoneksi AWR, selanjutnya akan lebih mudah untuk meningkatkan kemampuan penyuluh dan petani,” tuturnya.

Menurut Dedi Nursyamsi, salah satu yang harus dilakukan petani adalah mengubah mindset. Petani harus datang ke lahan bukan kebiasan, tapi harus didasari bisnis dan ini sudah mulai dilakukan di Lamongan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan pertanian tidak boleh berhenti dalam kondisi apa pun.

“Pertanian harus memenuhi kebutuhan pangan seluruh masyarakat Indonesia. Yang artinya, tidak boleh ada lahan pertanian yang dibiarkan kosong, semua harus ditanam,” tuturnya.

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *