Bupati Lampung Tengah: Program Kostratani Fasilitasi Kepentingan Petani

19 0

Lampung Tengah – Gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) resmi hadir di Lampung Tengah. Gerakan ini dikumandangkan kembali Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, kepada Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Loekman Djoyosoemarto Kamis (03/09). Kehadiran Kostratani dinilai menjadi pemicu semangat pertanian khususnya di Lampung Tengah.

“Kami sambut baik kehadiran program pemberdayaan SDM Pertanian melalui Kostratani, apalagi 70% lebih masyarakat Lampung Tengah, berprofesi sebagai petani”, papar Loekman.

Dijelaskannya, tidak hanya penyuluh dan petaninya yang didorong, namun termasuk KWT (Kelompok Wanita Tani) yang juga masuk dalam struktur kepengurusan PKK dibawah binaan Istri Bupati Lampung Tengah selaku ketua penggerak PKK.

“Selain Penyuluh dan Petani termasuk juga KWT yang saya dorong perkembangan nya, bahkan sudah dibuka 9 pasar di tiap kecamatan di wilayah kerja kami untuk menjual produk hasil produksi dari KWT yang lahannya menggunakan lahan pekarangan”, ujar Loekman.

Loekman menambahkan, Program Kostratani yang pusat gerakan nya ada di Kecamatan ini sejalan dengan program peningkatan kesejahteraan petani yang ada di Lampung Tengah, bahkan ini lebih mendekatkan dan memfasilitasi semua kepentingan petani.

Sedangkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi mengapresiasi perhatian yang besar dari Bupati Lampung Tengah di Bidang Pertanian.

“Mentan Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi pembangunan pertanian di Lampung Tengah, khusus nya Kelompok Wanita Tani (KWT) di Lampung Tengah, Mentan berharap ini dapat menginspirasi di tingkat nasional”, tegas Dedi.

Menurutnya untuk membangkitkan pertanian, melalui peningkatan produksi pertanian, kita harus mulai dari level paling bawah. yaitu dari sawah, kebun, ladang, kemudian dari desa, kampung, dan kecamatan.

“BPP Kostratani hadir untuk itu. Untuk meningkatkan pertanian dari level kecamatan,” tuturnya.

Dijelaskan Dedi Nursyamsi, untuk menjadikan BPP Kostratani sebagai yang terdepan, dibutuhkan SDM-SDM yang berkualitas.

“Percuma kita punya senjata canggih dan mematikan jika tidak ada penembaknya. Artinya SDM sangat besar peranannya. SDM di pertanian sendiri adalah petani, poktan, gapoktan, penyuluh, praktisi pertanian dan masih banyak lagi”, tegas Dedi.

Sementara Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan keberadaan Kostratani harus dimanfaatkan dengan baik.

“Karena Kostratani bukan hanya sebagai tempat data dan informasi. Kostratani juga menjadi tempat untuk berkonsultasi dan belajar petani. Mereka bisa mencari tahu apa yang butuhkan untuk meningkatkan produktivitas,” katanya.

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *