Foto : Istimewa

Caplak, Alat Tanam yang Diperkenalkan Kostratani dan IPDMIP di Sekolah Lapang Ciamis

42 0

DESTINASIDIGITAL.COM//CIAMIS – Gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) dan kegiatan Sekolah Lapang Integrated Partisipatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP) di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, memperkenalkan alat caplak. Alat ini akan memudahkan petani pada saat tanam padi sistem jarwo.

IPDMIP, atau Proyek Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi Terpadu secara Partisipatif, dilaksanakan di Daerah Irigasi (DI). Tujuannya, untuk meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. Khususnya di sekitar DI.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengatakan Program IPDMIP akan memanfaatkan lahan di sekitar DI.

“Agar para petani yang berada di sekitar DI dapat melakukan tata kelola air. Sehingga, usahataninya dapat memberikan hasil yang maksimal. Melalui proyek IPDMIP ini kita ingin menjaga ketahanan pangan,” tutur Mentan SYL, Sabtu (22/08/2020).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSMDP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menjelaskan jika IPDMIP bisa digarap dengan baik dan intens, maka produktivitas yang dihasilkan akan meningkat.

“Jika produktivitas meningkat, maka pendapatan petani pun akan meningkat. Jika pendapatan petani meningkat, berarti kesejahteraan petani juga meningkat. Kondisi ini juga memastikan ketahanan pangan terjaga. Makanya kita mendukung Sekolah Lapangan IPDMIP melalui gerakan Kostratani. Karena tujuannya sejalan,” tuturnya.

Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Dedi Bahrudin, menjelaskan jika di daerahnya terdapat 14 DI.

“11 DI diantaranya merupakan kewenangan daerah/kabupaten, sedangkan 3 DI kewenangan provinsi dan pusat. Kegiatan IPDMIP seharusnya dilaksanakan pada tahun 2018. Namun, karena sesuatu hal baru dapat dilaksanakan pada pertengahan tahun 2019 yaitu pelatihan penyuluhan swadaya Bagi Ketua Kelompok Tani,” terangnya.

Melalui proyek IPDMIP, Kabupaten Ciamis telah mengadakan Kegiatan Sekolah lapang (SL). Pada awalnya kegiatan SL ini terkendala karena adanya pendemi COVID 19 tetapi dengan berbagai pertimbangan dan juga mengikuti protokol kesehatan akhirnya kegiatan SL dapat terlaksana.

“Materi kegiatan SL adalah Budidaya Padi dengan sistem tanam Jajar Legowo menggunakan alat tanam caplak. Alat tanam caplak ini dimaksudkan untuk memudahkan petani pada saat tanam padi sistem jarwo,” jelasnya.

Jenis caplak yang digunakan berbeda dengan cara tanam padi sistem Tegel. Caplak untuk tanam padi sistem jarwo telah dirancang sedemikian rupa sehingga hasil caplakan telah memberikan ciri/tanda dimana posisi bibit padi ditanam, sehingga yang tanam tidak akan mengalami kesulitan.

Kasie PenyuluhanDinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Dadan Suhendar, mengatakan telah menjalin kerja sama dengan bengkel alat pertanian lokal sebagai upaya penyebarluasan sistem tanam jarwo melalui Program IPDMIP. Pihaknya juga memesan sebanyak 13 unit caplak Jarwo.

“Diharapkan dengan alat bantu tanam caplak pada sistem tanam jarwo yang fleksiel atau bisa diatur, akurat, kuat dan mudah dioperasionalkan dapat mendukung ketahanan pangan masa pandemi Covid-19,” katanya.(SN/EZ)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *