Cegah Penyebaran PMK, Kementan Bekali Mahasiswa Peternakan Pengetahuan Vaksinasi

58 0

BATU – Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menekan peningkatan dan mencegah meluasnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Salah satu upaya yang ditempuh Kementerian Pertanian adalah memaksimalkan peran mahasiswa pertanian untuk memasifkan vaksinasi PMK.

Kementerian Pertanian  memastikan pelaksanaan vaksinasi  sudah dilakukan sebagai bagian dari pencegahan wabah PMK.

Vaksinasi PMK perdana dilakukan pada 14 Juni 2022 di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, selanjutnya akan didorong untuk vaksinasi dasar yaitu 2 kali vaksinasi dengan jarak 1 bulan, serta booster vaksin setiap 6 bulan.

Selain itu Kementan melalui Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) juga tengah mempersiapkan vaksin produksi dalam negeri yang diprediksi akan selesai pada akhir Agustus 2022.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengatakan  wabah PMK tidak berbahaya untuk manusia.

“Untuk itu, kita harus optimis wabah PMK yang saat ini sedang menyerang peternak dapat ditangani dalam waktu dekat. Dirinya menghimbau agar semua pihak turun langsung dan terlibat dalam penanganan PMK,” kata Mentan SYL .

Mentan SYL menyebutkan jika wabah PMK yang tengah melanda saat ini bisa ditangani dengan beberapa strategi pendekatan.

” Mulai dari penerapan strategi intelektual sebagai langkah percepatan, strategi manajemen sebagai langkah penguatan hingga strategi perilaku sebagai langkah bersama dalam menghilangkan PMK,” terang Mentan lagi.

Untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi PMK secara masif, tentunya diperlukan vaksinator yang kompeten serta dalam jumlah yang cukup.

Berdasarkan hal tersebut Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu BPPSDMP bekerja sama dengan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, PDHI Jawa Timur serta IDHSI Jawa Timur melaksanakan Pelatihan Manajemen Vaksinasi PMK secara online, Selasa (5/7/2022).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa pelatihan ini sangat perlu.

“Bahkan harus dilaksanakan segera. Karena distribusi vaksin secara besar-besaran segera dilakukan. Kita ingin penyebaran PMK segera ditekan, bahkan diputus,” kata Dedi.

Dijelaskannya, dalam penanggulangan PMK, yang utama adalah sistem karantina harus disiplin serta mencegah pergerakan lalu lintas ternak dari daerah zona merah ke daerah zona hijau.

“Sekali lagi hewan ternak yang berada di Zona merah harus stay at home, harus lockdown dan disaat yang sama pastikan hewan ternak yang masuk ke Zona Hijau adalah ternak yang berasal dari zona hijau yang sehat atau bebas PMK dibuktikan oleh surat dari dokter hewan atau otorita dan bebas PMK,” tegas Dedi

Di akhir arahannya, Dedi tak lupa mengingatkan semua pihak harus bahu membahu dan berbondong bondong secara masif menanggulangi PMK di negeri ini, karena penyebaran PMK sangat cepat.

Menurut Kepala BBPP Batu, Sabir, jumlah peserta yang sudah teregistrasi pada pelatihan ini sebanyak 1.071 orang yang berasal dari unsur Medic Veteriner, Paramedic Veteriner, Petugas Teknis Peternakan, Penyuluh Pertanian, Mahasiswa dan Siswa Peternakan, TNI serta Polkes.

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.