Daya Tawar Dinaikkan, Danau Toba Diperkuat Kemenparekraf/Baparekraf Melalui Desa Wisata

105 0

SIMALUNGUN – Daya tawar Destinasi Super Prioritas Danau Toba, Sumatera Utara, terus diperkuat Kemenparekraf/Baparekraf. Support tersebut kini dialirkan melalui potensi desa wisatanya. Sebarannya di Danau Toba sisi Utara, meliputi Simalungun, Samosir, Karo, dan Dairi. Formulasinya dikemas melalui Rapat Koordinasi Pengembangan Desa Wisata Danau Toba, Kamis (27/8).

Digelar penuh sehari pada Kamis (27/8), Rapat Koordinasi Pengembangan Desa Wisata Danau Toba ini digelar di Hotel Inna Parapat, Girsang Sipangan Bolon, Simalungun, Sumatera Utara. Rapat ini juga jadi media mengalirkan Pemberian Dukungan Pengembangan Desa Wisata di Destinasi Pariwisata Regional I Destinasi Super Prioritas Toba.

“Potensi yang dimiliki Danau Toba luar biasa. Selain alamnya, budayanya juga eksotis. Destinasi Danau Toba memiliki banyak desa wisata dengan kekhasannya masing-masing. Seluruh potensi ini tentu harus diperkuat agar optimal. Tujuannya, agar bisa menarik kunjungan wisatawan sebanyak mungkin,” terang Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Hari Santosa Sungkari, Rabu (26/8).

Rapat Koordinasi Pengembangan Desa Wisata Danau Toba dihadiri sekitar 60 peserta. Latar belakangnya adalah pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dari Desa wisata. Komposisinya, ada perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, (PMD) , Dinas Komunikasi dan Informatika, Pokdarwis, Kepala Desa, BUMDes, hingga stakeholder pariwisata/ekonomi kreatif. Rapat koordinasi tersebut juga sudah menyiapkan 6 narasumber dengan beragam materi pembahasan.

“Seluruh pemangku kepentingan pariwisata di Destinasi Super Prioritas Danau Toba dilibatkan. Dari situ, diharapkan adanya kesamaan visi-misi untuk memajukan destinasi di masa transisi New Normal. Perlu diketahui, New Normal menjadi momentum penting bagi pariwisata. Meski demikian, kami tetap menjalankan protokol kesehatan secara penuh dan ketat termasuk di Desa Wisata,” ungkap Hari.

Destinasi Super Prioritas Danau Toba memiliki total 19 pilot project pengembangan Desa Wisata. Rinciannya, 13 pilot project Desa Wisata dikembangkan oleh Kemenparekraf/ Baparekraf bersama Kemendes dan PDT. Sebanyak 10 slot Desa Wisata pun dikembangkan Kemenparekraf bersama Kemenko Marvest dengan irisan 4 desa bersama Kemendes dan PDT. Sebarannya ada di 6 kabupaten. Apabila mengacu komposisi peserta rapat koordinasi tersebut, Simalungun memiliki 1 Desa Wisata yaitu Parapat (Tigarihit).

Slot sama seperti Dairi dengan Desa Wisata Silalahi I, lalu Samosir memiliki 2 Desa Wisata. Ada Desa Wisata Hariarapohan dan Sosor Dolok. Desa Wisata pada zonasi ini dikembangkan oleh Pokdarwis dan statusnya mulai rintisan hingga berkembang. Hari menambahkan, status Desa Wisata terus ditingkatkan melalui beragam program yang dijalankan.

“Bila dihitung lintas Kementerian, pilot project yang dikembangkan memang sangat banyak. Yang jelas ini menjadi daya tarik luar biasa bagi Destinasi Super Prioritas Danau Toba. Potensinya terus dinaikan. Kami akan dorong status Desa Wisata dari rintisan menuju berkembang menjadi maju dan mandiri. Saat ini pirantinya sudah sangat mendukung. Program yang dijalankan juga tepat sasaran,” lanjut Hari.

Mengidentifikasi potensinya, beragam dukungan sudah dialirkan pemerintah pada Desa Wisata. Untuk Simalungun, Desa Wisata Parapat (Tigarihit) sudah pernah menerima bantuan 8 paket stimulus homestay. Ada juga 10 paket stimulus homestay yang diterima Desa Wisata Silalahi I di Dairi. Direktur Pengembangan Destinasi Regional Oni Yulfian menjelaskan, Desa Wisata di kawasan Danau Toba memberi warna khas.

“Posisi Desa Wisata sangat penting bagi Destinasi Super Prioritas Danau Toba. Penguatan harus terus diberikan, apalagi di masa transisi Covid-19 seperti sekarang ini. Sekarang Danau Toba makin berwarna oleh Desa Wisata, apalagi sarana pendukungnya lengkap,” jelas Oni.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *