Desa Wisata Liang Ndara Terapkan Protokol Kesehatan Melalui Gerakan BISA

826 0

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) tengah gencar melaksanakan program Bersih, Indah, Sehat dan Aman (BISA) di sejumlah destinasi wisata di seluruh Indonesia. Kali ini program BISA diterapkan di Desa Wisata Liang Ndara Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur, 10-11 November 2020

Dalam Gerakan BISA ini, pelaku pariwisata diajak untuk melakukan kegiatan bersih-bersih, menata kembali serta menyemprot disinfektan di destinasi wisata tersebut. Kegiatan ini dilakukan dengan selalu memperhatikan penerapan protokol kesehatan.

Direktur Kelembagaan Kemenparekraf, Reza Fahlevi dalam sambutannya, Selasa, 10/11/20, mengatakan gerakan ini sebagai inisiasi dan upaya menghadapi adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat yang produktif dan aman dari COVID-19 serta mempersiapkan penerapan adaptasi kebiasaan baru yang berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability).

“Destinasi yang bersih,indah,sehat dan aman. Dengan adanya kegiatan bersih-bersih ini nantinya bisa semakin menumbuhkan rasa kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan terutama di tempat destinasi wisata,” kata Reza Fahlevi

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Gusti Rinus menyampaikan bahwa Gerakan BISA ini menjadi sangat luar biasa di Liang Ndara ini. Menurutnya, Pariwisata pasca pandemi, sebagai sebuah destinasi wisata preemium selain berbenah infrastruktur pariwisata, Manggarai Barat juga dituntut membenahi infrastruktur kesehatan terkait wisata pasca pandemi COVID-19.

“Permasalahan di Manggarai Barat, salah satunya adalah pengelolaan sampah. Dari 14 ton sampah, baru 73% yang terurus, 23% masih tercecer dimana mana. Ini yang jadi persoalan kita bersama. Datang Gerakan BISA ini ke Liang Ndara, menjadi sangat luar biasa. Gerakan ini menjadi gerakan moral budaya untuk diri kita sendiri, membuang sampah pada tempatnya,merubah mindset memang tidak mudah, tapi harus kita lakukan untuk berbenah sebagai destinasi wisata super premium ini” ujarnya

Selain itu, tambahnya, tantangan terberat adalah Sumber Daya Manusia. Ada kajian indek daya saing di Manggarai barat, dari 121 ribu bekerja, 3 ribu menganggur atau sebesar 3%. Yang jadi persoalan , dari 121 ribu yang bekerja ini , 60% hanya lulusan Sekolah Dasar.

“Apakah kita bisa dan siap menghadapi tantangan sebagai destinasi super premium? Harus siap, sesuai budaya nenek moyang kita yang pekerja keras , jangan tidur , jangan sampai malas malasan.Pemerintah daerah akan membangun SMK Pariwisata Negeri di Manggarai Barat dan nantinya juga direncanakan untuk membangun Akademi Pariwisata. Kita harus siap,” tambahnya

Liang Ndara terletak di Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, sekitar 20 km atau 45 menit perjalanan dari Labuan Bajo. Desa ini terletak berdekatan dengan hutan Mbeliling yang merupakan habitat bagi empat jenis burung endemik Flores. Di hutan ini terdapat beberapa mata air yang menjadi sumber air bersih bagi masyarakat di Labuan Bajo.

Daya Tarik Wisata Liang ndara memiliki sejumlah daya tarik wisata yang dapat dinikmati atau dikunjungi yaitu Tari Caci , pembuatan peralatan Caci, Kerajinan Tangan dan Tenun, pembuatan gula merah/aren, penyulingan sopi, pengobatan kopi dan kemiri, air terjun, burung endemikl, gunung Mbeliling dan persawahan

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *