Di BPP Kostratani Babakancikao, Kepala BPPSDMP Minta Semangat Jepang Ditiru

32 0

PURWAKARTA – Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, menilai semangat Jepang untuk bangkit dari keterpurukan usai hancur lebur akibat perang patut ditiru. Jepang memperbaiki kualitas SDM-nya dan balik menguasai dunia lewat elektronik dan otomotif.

Hal itu disampaikan Dedi Nursyamsi saat mengunjungi BPP Kostratani Babakancikao, Purwakarta, Jumat (28/08/2020). Di hadapan para penyuluh, Dedi menyampaikan pentingnya peningkatan kualitas SDM pertanian.

“Tahun 1945 Jepang adalah paling bangkrut bersama Jerman. Tapi, 25 tahun kemudian, atau sekitar 1970, Jepang balik menguasai dunia. Saat itu yang namanya elektronik pasti buatan Jepang, baik radio, televisi, maupun tape recorder. Jepang bisa menguasai dunia lewat penguasaan elektronik,” tuturnya.

Menurut Dedi, semangat yang diperlihatkan Jepang tidak berhenti sampai disitu. Sekitar awal Tahun 1990 kebangkitan SDM Jepang lebih hebat lagi. Sebab, pasar otomotif berhasil dikuasai Jepang, dari motor, mobil, termasuk alat-alat berat, semua dari Jepang. Bahkan, sejak tahun 1992, Jepang juga menguasai persenjataan, perdagangan, ekspor impor.

“Kenapa Jepang bisa hebat? Jepang bisa bangkit dari keterpurukan karena dimulai dari kebangkitan SDM. Hal ini juga yang akan kita terapkan di sektor pertanian. Apabila ingin bangkit, harus dimulai dari pembangunan SDM. Kebangkitan pertanian harus dimulai dari kebangkitan SDM, yaitu penyuluh, petani, poktan, gapoktan, petani milenial, KWT,” katanya.

Dedi menambahkan, keberhasilan Indonesia swasembada pangan di masa, juga dimulai dari kebangkitan SDM.

“Menteri Pertanian kita mengawali karier dari bawah, dari lurah, bupati, wakil gubernur, hingga gubernur dua periode, jadi beliau tahu persis betapa pentingnya penyuluh, betapa pentingnya peningkatan kualitas SDM pertanian. Dan itu yang akan kita lakukan bersama Kostratani,” tuturnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) sendiri menilai penyuluh sebagai garda terdepan dalam pembangunan pertanian.

“Peran penyuluh sangat penting. Karena harus mengawal petani di lapangan. Harus memberikan masukan ke petani agar produksi terjaga, bahkan meningkat. Oleh karena itu, kita akan tingkatkan kemampuan penyuluh termasuk memaksimalkan rumahnya penyuluh, yaitu BPP, menjadi BPP Kostratani,” katanya.

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *