Di Ratas Borobudur, Presiden Jokowi Targetkan 2020 Infrastruktur Tuntas

118 0

BOROBUDUR – Keseriusan Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan sector Pariwisata betul-betul konkret. Sambil bersepeda santai, pagi ini, Jumat 30 Agustus 2019, presiden meninjau Borobudur, ikon destinasi super prioritas di kawasan Joglosemar. Dilanjutkan dengan Rapat Terbatas (Ratas) pengembangan Borobudur yang sudah ditetapkan sebagai The World Heritage Culture Masterpiece atau Mahakarya Budaya Dunia itu.

Kepala Negara didampingi oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersepeda sejauh 1,7 kilometer. Juga para menteri Kabinet Kerja, antara lain, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Sekretaris Negara Pramono Anung, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Ini adalah kunjungan ke Destinasi Super Prioritas yang sudah ditetapkan, yakni Danau Toba Sumatera Utara, Mandalika Lombok, Komodo Labuan Bajo NTT dan Borobudur Magelang. Satu destinasi super prioritas lain, yang sedang dikebut untuk menjadi KEK Pariwisata, adalah Likupang Minahasa Utara yang juga sudah di-high light ke Presiden Jokowi saat berkunjung ke Sulawesi Utara lalu.

Kunjungan Presiden Jokowi ini juga merupakan tindak lanjut dari Ratas 15 Juli 2019 lalu di Istana Merdeka, Jakarta. Saat Ratas di Plataran Resort, Magelang ini, Presiden Jokowi kembali menegaskan komitmennya, agar sektor Pariwisata yang sudah menjadi pilar utama penghasil devisa itu segera dilakukan percepatan.

“Tahun 2020 infrastruktur pariwisata harus sudah tuntas, sehingga mampu melayani wisatawan yang dating ke tanah air,” kata Presiden Jokowi di kawasan Candi Borobudur.

Statemen itu sama dengan yang sudah disampaikan di The Kaldera, Nomadic Escape di Danau Toba, Sumatera Utara lalu. “Setelah kemarin kita melihat di Komodo Labuan Bajo, Danau Toba, dan Mandalika Lombok, kali ini saya ingin memastikan pengembangan Borobudur agar selesai di 2020,” ungkap Presiden Jokowi.

Presiden berharap agar setelah pengembangan di kawasan Borobudur selesai, segera dibarengi dengan konektivitas dengan Yogyakarta International Airport (YIA), yang sehari sebelumnya juga dikunjungi. Bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura I itu adalah pintu masuk utama menuju ke destinasi super prioritas Joglosemar. Ini juga antisipasi, karena bandara Adi Sucipto, Maguwo, Jogjakarta itu hanya didesain untuk 1,8 juta passanger setahun, padahal saat ini sudah didarati 8,4 juta orang.

Problem akses menuju ke Joglosemar akan selesai dengan hadirnya YIA. Tinggal mengoneksi dengan model transportasi dan infrastrukturnya dari dan menuju ke YIA, di Kabupaten Kulonprogo itu. “Nanti akan di-link-kan dengan selesaikan bandara baru di Yogyakarta. Slotnya besar, size-nya besar, pesawat berbadan lebar bisa take off dan landing. Maka ini menjadi kesempatan bagi kita untuk mengembangkan destinasi Borobudur yang lebih baik. Karena itu juga, perlu segera penataan fisiknya,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden yang mengenakan jaket merah berlogo Garuda Pancasila itu juga mengungkapkan, pengembangan infrastruktur di Borobudur itu meliputi pelebaran jalan, atraksi wisata, sehingga wisatawan bisa menikmati salah satu keajaiban dunia itu. “Ini masih dalam rangka pengembangan destinasi destinasi super prioritas,” papar Presiden Jokoowi.

Dia juga sudah mendengar penjelasan Mendikbud Muhadjir Effendy, soal carrying capacity Candi Borobudur. Tentu akan dihitung berapa banyak, maksimal orang yang boleh naik, dan berada di sekeliling candi, untuk menjaga agar tetap ideal, nyaman, aman dan terjaga dari kerusakan. Karena candi yang memiliki  2,672 panel relief dan 504 stupa, dan dibangun sejak abad 8, serta ada 2 juta blok batu yang dikumpulkan untuk membangunnya itu juga harus dijaga dengan baik.

Presiden Jokowi juga memilikirkan ada jalan besar yang bisa mengantarkan wisatawan menuju Borobudur. Dari jauh sudah kelihatan, bahkan sudah terasa akan menuju ke sebuah candi terbesar di dunia. Jalan menuju ke sana sudah dikondisikan, bahwa mereka akan melihat dan merasakan eksotisme candi yang menjadi kebanggaan dunia.

“Jadi, dari jauh candinya sudah keliatan, jalan yang melingkari candi juga masih kurang besar. Kita ingin mengecek langsung kebutuhan yang ada di lapangan. Sehingga akan betul-betul mendukung saat ada penambahan turis yang masuk. Borobudur siap untuk bisa melayani lebih baik para para wisatawan,” ungkap Presiden Jokowi.

Presiden berharap akhir 2020 infrastruktur di Borobudur sudah selesai. Termasuk super prioritas yang lain. “Di sini Yogyakarta International Airport bulan Maret selesai. Baru promosinya jalan. Ini situs yang sangat bersejarah,” jelasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat terkesan atas komitmen Presiden Jokowi dalam menggarap produk pariwisata atau destinasi itu. Lima tahun berturut-turut, menjadikan pariwisata sebagai sektor prioritas dan sekaligus leading sector, karena itu seluruh kebijakannya disupport oleh Kementerian dan Lembaga lain. “Inilah yang dinamakan Indonesia Incorporated! Saling support, untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata terbaik dunia,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Dia selalu ingat teori pendulum, ketika CEO Commitment nya tinggi, maka pengembangan sektor pariwisata itu menjadi lebih mudah, lebih cepat dan lebih sukses. Begitupun sebaliknya. “Maka saya berharap, daerah-daerah yang memiliki potensi wisata berkelas dunia, para pimpinan daerah atau CEO nya perlu sejalan dengan Pak Presiden Jokowi. Menjadikan pariwisata sebagai lokomotif ekonomi bangsa ke depan,” kata Arief Yahya.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *