Di ToT SIMURP jawa Barat, Sarana IT Kostratani Diserahterimakan

62 0

JAWA BARAT – Kegiatan Training of Trainer (ToT) Climate Smart Agriculture (CSA) Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) kembali digelar di Jawa Barat. ToT angkatan ke III ini dilaksanakan 24-27 Agustus 2020, di Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kabupaten Cianjur. Pesertanya adalah Kostratani di Subang dan Karawang.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, berharap kegiatan ToT pertanian cerdas iklim (CSA) di lokasi SIMURP Provinsi Jawa Barat dapat berjalan dengan baik.

“Untuk itu, perlu dukungan sumberdaya manusia (SDM) pertanian yang handal. Agar ilmu yang didapat dari ToT CSA SIMURP bisa diimplementasikan dengan baik. SIMURP akan mengajarkan petani dan penyuluh agar mereka mampu menerapkan pertanian yang cerdas iklim dan ramah lingkungan serta menggalakkan budidaya pangan lokal agar Indonesia mampu menyediakan pangan bagi 267 juta masyarakat Indonesia,” katanya.

Sementara Kepala Badan PPSDMP Dedi Nursyamsi, menyampaikan, Pembangunan SDM pertanian melalui Kostratani didukung oleh tiga tiga pilar yaitu Penyuluh Pertanian, Widyaiswara dan Dosen/Guru untuk mencetak SDM pertanian yang profesional dan tangguh.

“Dengan kegiatan CSA SIMURP diharapkan ada peningkatan produksi melalui peningkatan intensitas pertanaman, peningkatan adopsi teknologi pertanian oleh petani melalui kegiatan TOM (Training of Master Trainer), TOT (Training of Trainer) dan TOF (Training of Farmers), mengurangi emisi gas rumah kaca melalui penerapan CSA dan peningkatan kapasitas kelembagaan petani melalui penguatan BPP Kostratani,” katanya.

ToT CSA SIMURP angkatan terakhir di Jawa Barat ini, dibuka Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, yang diwakili Kepala Bidang Penyuluhan Ety Mulyati, MM. Kegiatan ini diikuti 52 peserta yang terdiri dari 32 peserta dari Kabupaten Subang dan 20 peserta dari kabupaten Karawang (DI Cipancu dan Cikesik).

Peserta terdiri dari Koordinator Penyuluh BPP, Penyuluh (PNS/THL-TBPP/Swadya) di BPP, Penyuluh provinsi dan penyuluh kabupaten, petugas SIMURP provinsi dan petugas kabupaten. Sedangkan narasumber adalah Kepala Badan PPSDMP, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian; Kepala Dinas Pertanian TPH Provinsi Jawa Barat, Perbankan BRI, Kepala Bidang PSP Dinas TPH Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Pengairan (SDA), dan Para Fasilitator TOT (Penyuluh Pertanian, Dosen, Guru dan Widyaiswara).

“Materi yang disampaikan terdiri dari materi dasar, materi penunjang dan materi inti yang mengacu pada 11 modul yang telah disusun oleh para pakar yang telah disampaikan pada para pengajar/fasilitator TOT,” tutur Ety Mulyati.

Materi tersebut adalah Konsep-konsep dasar CSA dan implementasinya, penerapan CSA dalam agribisnis High Value Crop; penentuan waktu tanam berdasar Kalender Tanam, penggunaan bahan organic/membuat pupuk organik/MOL, Penggunaan Perangkat Uji Tanah Sawah/Rawa, penggunaan bibit unggul adaptif iklim, pengunaan bibit usia muda dengan sistim jarwo pada kondisi macak-macak, penerapan Pengendalian OPT ramah lingkungan, kegiatan pengukuran emisi GRK di lapangan dan teknologi irigasi intermittent dan Alternate Wetting and Drying (AWD) di lahan padi sawah.

Ety mengatakan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat sangat mendukung dan siap melaksanakan kegiatan SIMURP dengan baik. (SP/NF)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *