Dibalut Indahnya Danau Toba, Tarian Tor Tor Toba Sambut Bimtek Fotografi dan Gerakan BISA

19 0

TOBA – Tarian mistis Tor Tor menyambut Bimbingan Teknis (Bimtek) SDM Ekonomi Kreatif Fotografi dan Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Aman) di Toba. Selain alam, destinasi ini pun kaya dengan warna budayanya. Atraksi ini menegaskan sinyal kesiapan Destinasi Super Prioritas Danau Toba dalam menyambut wisatawan New Normal.

Sama seperti wilayah nusantara lainnya, kini Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi dan Gerakan BISA digulirkan di Toba, Jumat (25/9). Lokasi eventnya berada di Desa Motung, Toba, Sumatera Utara. Kedua agenda tersebut dimeriahkan oleh sajian Tari Tor Tor. Analis Kebijakan Ahli Madya, Koordinator Edukasi 2, Jemmy Alexander mengungkapkan, Tor Tor menjadi identitas destinasi Danau Toba.

“Destinasi Danau Toba memiliki posisi penting. Destinasi ini sangat siap menyambut wisatawan di masa transisi New Normal. Untuk itu, Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi dan Gerakan BISA dihadirkan di Toba. Selain alam, daya tarik lain ditawarkan budayanya. Tari Tor Tor itu sangat terkenal karena unik dan eksotis. Tor Tor sudah menjadi identitas Danau Toba,” ungkap Jemmy, Jumat (25/9).

Tor Tor hakikatnya tarian seremonial yang disjaikan bersama musik gondang. Meski dikemas dalam rupa tarian, Tor Tor menjadi media komunikasi antar partisipan dalam sebuah seremoni. Lebih lanjut, Tor Tor menjadi sarana penyampaian batin kepada roh leluhur atau tamu yang dihormati. Jemmy juga menambahkan, Tor Tor menjadi penguat daya tawar destinasi kepada wisatawan.

“Tari Tor Tor memiliki filosofi yang menginspirasi. Kehadirannya dalam Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi dan Gerakan BISA tentu menjadi media branding yang positif. Apalagi, Tari Tor Tor memang terkenal dengan interaksinya kepada audien. Hal ini tentu positif untuk menaikan daya tawar destinasi kepada wisatawan,” lanjut Jemmy.

Tumbuh subur di kawasan Danau Toba, Tari Tor Tor memiliki banyak varian. Untuk destinasi Toba, ada beberapa varian Tari Tor Tor yang berkembang. Sebut saja, Tor Tor Somba, Tor Tor Tunggal Panaluan, dan Tor Tor Sipitu Sawan. Untuk Tor Tor Somba menjadi ritus pemujaan kepada Tuhan Yang Maha Esa (YME). Tari ini juga disajikan kepada para Raja hingga tamu undangan yang diberkati Tuhan YME.

“Program Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi dan Gerakan BISA itu terus mendorong pertumbuhan wisatawan pada tiap destinasi. Kami yakin, pergerakan wisatawan di Danau Toba akan tumbuh positif. Selain alam, di sini memiliki potensi besar berupa Tari Tor Tor. Jenisnya beragam dengan karakter khas,” jelas Direktur Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Muh. Ricky Fauziyani.

Sama seperti Somba, warna sakral juga ditunjukan Tari Tor Tor Tunggal Panaluan. Tor Tor ini menjadi mediasi antara manusia dengan Mulajadi Nabolon atau Tuhan YME. Tarian ini biasanya dibawakan oleh seorang dukun (Datu Bolon) atas perintah Raja. Tujuannya, sebagai media penolak bala dan masalah, lalu meminta atau menolak hujan, membentuk kampung, hingga pernyataan perang plus damai.

Warna spiritual juga muncul melalui Tari Tor Tor Sipitu Sawan. Tarian tersebut menceritakan Mulajadi Nabolon yang pertama menurunkan orang Batak di Pusuk Buhit. Lalu, diikuti penurunan 7 Bidadari di Pusuk Buhit. Bidadari tersebut turun sembari menari dengan 7 Sawan yang berisi air dari 7 sumber yang berbeda. Air ini diberi perasan jeruk purut sebagai simbol pembersihan manusia dari dosa.

“Berbagai potensi pariwisata dan ekonomi kreatif akan terus berkembang di kawasan destinasi Toba. Beragam Tari Tor Tor dengan kekuatan filosofinya akan semakin lestari dan menggema kuat. Sebab, para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di sana memiliki kemampuan branding lebih baik. Semua tips dan teknik branding yang bagus sudah diajarkan secara detail,” tegas Ricky.

Selain Tarian Tor Tor, destinasi Toba juga menawarkan sisi seni budaya lainnya. Destinasi ini memiliki Sendratari Pernikahan. Sendratari ini menceritakan prosesi singkat pernikahan pesta adat Batak Toba. Sendratari diawali 5 pasang muda-mudi mengikuti pesta Naposo, lalu ada sepasang sejati dari mereka saling jatuh cinta. Mereka lalu melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan yang direstui Pengetua Adat.

“Sajian Tari Tor Tor dalam event Bimtek dan BISA sangat positif. Sebab, ini menjadi bentuk branding atas beragam potensi atraksi yang dimiliki sebuah destinasi. Kami berharap, daerah mau berinisiatif untuk selalu menampilkan kekayaan seni dan budaya dalam setiap acara yang digelar di sana,” tutup Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Wisnu Bawa Tarunajaya.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *