Dipuji Menpar, Forestra 2019 Kampanyekan Ramah Lingkungan

123 0

JAWA BARAT – Forest Orchestra (Forestra) 2019 berlangsung meriah. Lokasi event di kawasan Orchid Forest Cikole, Sabtu (28/9), dibuat semarak. Kegiatan yang didukung Kementerian Pariwisata ini, dikemas dengan sangat luar biasa. Serta melibatkan para profesional. Tak heran jika Menteri Pariwisata Arief Yahya memujinya. Apalagi Forestra juga mengkampanyekan ramah lingkungan.

Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Publikasi dan Media Don Kardono mengatakan, sebelum Forestra 2019 dimulai, ada prosesi kecil, singat, tapi khidmat. Yaitu mengheningkan cipta, mendoakan agar tidak ada lagi kebakaran hutan di Indonesia. Sebab, hutan harus dilestarikan, seiring dengan spirit pariwisata Indonesia dalam Sustainable Tourism Development.

“Melalui Forestra 2019, ada pesan untuk cinta lingkungan, cinta hutan, dan cinta Indonesia. Forestra 2019 juga membuktikan bahwa ribuan anak-anak muda, sangat tertib mengikuti konser di tengah hutan pinus ini. Mereka begitu menikmati hutan dan sekaligus musik,” ujarnya, Minggu (29/9).

Sebagai pembuka acara, Overtune 2004 Salute to Koes Plus Bersaudara menggema. Penampilan mereka langsung disambut tepuk tangan panjang oleh penonton. First impressions-nya sangat mengena. Gesekan violin dan celo yang mendominasi melodi, sambung menyambung membawakan instrumen sang legenda. Membuat orang terdiam beberapa saat.

Para penyanyi kelas satu seperti Once dan Isyana Sarasvati juga tampil bersahaja. Penuh antusias serta memuji Forestra 2019. Tak terkecuali musisi Erwin Gutawa yang tampil all out. Betul-betul mengesankan.

“Lightings pun dimainkan sesuai nada. Keras, pelan, cepat, lambat, semakin menyatukan antara seni musik berkelas dan atmosfer hutan yang masuk di rasa. Ini sungguh pertunjukan spesial. Sampai pukul 23.00 saat musik terakhir tampil, orang masih berdiri di sekeliling stage yang keren. Menyenangkan, sekaligus memuaskan,” ungkapnya.

Don Kardono menambahkan, audio di hutan itu juga tidak lari atau bocor ke mana-mana. Hanya di sekitar stage yang suaranya jernih. Semua unsur instrumen terasa berwarna dan mengalun sesuai perannya. Pemasangan audio ini juga menyesuaikan kontur tanah. Tidak merusak hutan sama sekali.

Sementara untuk konsep dan desain panggung, semua sangat istimewa dan berkelas dunia. Maklum, desain panggung yang ramah lingkungan tersebut ditangani langsung oleh Jay Subiyakto. Ukurannya super besar, bahkan mampu menampilkan orchestra penuh.

“Tidak ada background plastik atau apapun yang mengancam kelestarian alam. Hanya paranet yang berwarna hijau sebagai bantalan video mapping. Sebagai seorang film director, penata artistik sekaligus stage designer, Jay Subiakto memang membuat Forestra 2019 makin berkelas. Nyaris tanpa cela. Semua tampil cantik,” pujinya.

Kesuksesan Forestra 2019 membuat CEO Orchid Forest Cikole Akbar Maulana tak henti mengucap syukur. Ia juga berterimakasih kepada para artis pengisi acara yang tampil memukau. Termasuk kepada para audience yang datang tertib, pulang tertib, serta membawa kesan yang sangat bersahaja.

“Sukses Forestra 2019 menunjukkan bahwa venue Orchid Forest Cikole memang cocok untuk show dan music entertainment. Ini juga membuktikan bahwa pengelolaan atraksi berbasis hutan ini semakin profesional dan dipersiapkan matang sejak awal,” ungkapnya.

Pada barisan tamu kehormatan, Menteri Pariwisata Arief Yahya tak henti menebar senyum. Ia mengaku sangat puas dengan kemasan acara. Menurutnya, Orchid Forest semakin profesional menggelar event bernuansa musik dan millennials market.

“Forestra 2019 menjadi salah satu event terbaik di Jawa Barat. Saya berharap ke depan lebih banyak event seperti ini, dan menjadi atraksi unggulan Jabar. Ini keren dan potensial untuk menarik wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara,” tandasnya. (*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *