Foto : Istimewa

Direktur IFAD Pantau Kegiatan IPDMIP di Pandeglang

72 0

DESTINASIDIGITAL.COM//PANDEGLANG – Direktur Program IFAD untuk Kawasan Asia Pasifik, Ivan Cossio,  memantau proyek IPDMIP di Kabupaten Pandeglang, Banten, Selasa (24/11/2020). Pandeglang sendiri menjadi satu dari 74 Kabupaten yang melaksanakan kegiatan IPDMIP.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi  Nursyamsi, menilai kunjungan ini bernilai baik buat program IPDMIP.

“Dengan kunjungan ini, Direktur IFAD bisa melihat langsung bagaimana penerapan IPDMIP telah dilakukan dengan baik. Dan tentunya bisa membawa perubahan buat pertanian di Indonesia,” tuturnya.

Dedi Nursyamsi menjelaskan, kunjungan yang berlangsung sehari penuh, bisa memperkuat keyakinan IFAD bahwa secara substansi program dan kegiatan yang dilaksanakan melalui IPDMIP telah membawa perubahan pada adopsi teknologi pada usahatani padi di daerah irigasi.

“Tidak itu saja, IPDMIP telah memperbaiki sikap dan keterampilan petani dalam pengelolaan keuangan keluarga dan usahataninya,” kata Dedi Nursyamsi lagi.

Dalam kunjungannya, Ivan Cossio didampingi oleh Tim NPIU Kementerian Pertanian, Konsultan On Granting untuk IPDMIP wilayah Banten, Tim Leader Konsultan Regional IPDMIP, Tenaga Ahli Keuangan Pedesaan Regional  Jateng dan Banten, dan Konsultan IPDMIP tingkat Kabupaten untuk Pandeglang dan Serang.

“Tujuan kunjungan ini adalah untuk memperoleh informasi langsung pengalaman para pelaku di lapangan mulai dari para pengelola proyek di tingkat kabupaten (District Project Implementation  Unit/DPIU), hingga para penyuluh dan petani selaku penerima manfaat langsung dari program dan kegiatan IPDMIP,” ujar Dedi Nursyamsi lagi.

Dalam tiga tahun pelaksanaannya, kinerja IPDMIP ditinjau dari angka serapan pinjaman pemerintah kepada IFAD. Pinjaman itu diteruskan ke daerah sebagai hibah melalui mekanisme on-granting.

Proyek pinjaman yang perjanjiannya (Financing Agreement) ditandatangani pada 13 Februari 2017 ini bernilai total pinjaman sebesar 93,15 juta EURO atau setara dengan 98,5 juta USD.

Melalui kunjungan ini, IFAD memperoleh gambaran yang utuh mengenai kondisi yang dihadapi di lapangan dalam pengelolaan IPDMIP. Serta, manfaat yang telah diperoleh penyuluh dan petani dalam mendukung pembangunan pertanian di Kabupaten Pandeglang khususnya di Daerah irigasi yang mendapatkan kegiatan IPDMIP.

“Pada awalnya kami menemui kesulitan dalam mengimplementasikan kegiatan proyek karena pelaksana yang ada di tahun 2019 adalah pejabat baru dan yang sebelumnya semua purna tugas,” tutur Budi, Kepala Dinas Pertanian Pandeglang.

Menurutnya, melalui konsultasi dan pendampingan intensif dari NPIU, secara perlahan Dinas Pertanian Pandeglang mulai memahami dan membangun sinergi dengan unit kerja terkait IPDMIP lainnya. Yaitu, Dinas PU dan Bappeda di Kabupaten Pandeglang sehingga alokasi anggaran untuk tahun 2020 untuk IPDMIP pada Dinas Pertanian berjalan lancar.

Hanya saja untuk tahun anggaran 2020, kondisi pandemic Covid -19 menyebabkan adanya pengurangan alokasi anggaran sehingga kegiatan yang direncanakan tidak dapat dilaksanakan maksimal.

Nilai hibah yang dialokasikan untuk Kabupaten Pandeglang selama masa proyek (2017-2022) sesuai dengan NPHD No. PHD-041/IPDMIP/PK/2018  tanggal 14 Februari 2018 sebesar Rp 5.990.000.000,-.

Anggaran yang telah direalisasikan dan diharapkan segera seluruhnya terserap sebagai hibah daerah hingga tahun 2020 adalah sebesar Rp 1,142 M.  Untuk tahun anggaran 2021, telah disetujui DPA untuk IPDMIP sebesar Rp 2,2 M.

“Pandeglang optimis dapat menyerap seluruh alokasi hibah sampai dengan tahun 2022,” tutur Budi optimis.

Petani yang telah mengikuti kegiatan IPDMIP berupa Sekolah Lapangan (SL), pelatihan literasi dan edukasi keuangan, serta pelatihan untuk calon penyuluh swadaya seluruhnya berjumlah 1.496 orang.

Ivan Cossio sangat senang dengan informasi yang disampaikan Kepala Dinas Pertanian yang menyatakan bahwa pendekatan pemberdayaan yang dilakukan melalui IPDMIP sangat baik, pendampingan dalam memastikan adopsi teknologi oleh petani juga sangat baik.

Dari mengikuti kegiatan SL, petani peserta yang rata-rata produksi padinya sebesar 5 ton per ha sekarang ini dapat menghasilkan 6,5 ton per ha.  Bahkan beberapa petani sudah dapat mencapai produksi hingga 8 ton per ha.

Ivan Cossio juga mendapat konfirmasi dari petani anggota Kelompok Tani Mukti Rahayu II yang berada di Kampung Kamalangan, Desa Gunungcupu, Kecamatan Cimanuk.  Sebanyak 25 orang anggota kelompok tani yang seluruhnya adalah petani penggarap ini telah mengikuti kegiatan SL IPDMIP.

Ketua Poktan Mukti Rahayu II, Fatoni, dan perwakilan wanita tani, Kartini, menyampaikan bahwa pada umumnya petani sangat senang dan telah merasakan adanya peningkatan produksi di lahan sawahnya.

Biaya produksi untuk usahatani lebih tinggi dari biasanya karena penggunaan pupuk yang direkomendasikan lebih banyak.  Namun produksi yang diperoleh meningkat sehingga keuntungan yang diperoleh juga menjadi lebih tinggi dari sebelumnya.

Menurut Kartini, pencatatan pengeluaran dan pendapatan keuangan keluarga dan usahatani yang diperolehnya dari Pelatihan Literasi dan Edukasi Keuangan menyadarkannya bahwa Selama ini banyak ruginya daripada untung.

Sikap yang selanjutnya dilakukannya adalah melakukan penghematan dengan mengurangi pengeluaran.

Menutup kunjungannya, Ivan menyatakan rasa sangat puas dan senang dengan sambutan hangat dan keterbukaan dari jajaran Dinas Pertanian, penyuluh dan staf lapangan serta petani.

Sehingga diperoleh informasi yang sangat berguna dan menambah keyakinannya bahwa IPDMIP telah memberikan manfaat dan dapat diimplementasikan dengan penyempurnaan dalam pengelolaannya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberikan apresiasi untuk proyek IPDMIP.

“Proyek ini memberikan banyak keuntungan. Seperti meningkatkan produktivitas juga kesejahteraan petani,” katanya.(PF/EZ)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *