Distribusi Pupuk Subsidi di Sumut Berjalan Lancar, Produktivitas Petani Meningkat

438 0

SUMUT – Bidang Sarana Prasarana Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara (Sumut) memastikan jika distribusi pupuk bersubsidi untuk wilayahnya berjalan lancar tanpa kendala.

Kuota pun terpenuhi sesuai RDKK (Rancangan Definitif Kebutuhan Kelompok). Distribusi yang lancar kepada petani ini berdampak langsung pada peningkatan produktivitas pertanian di Sumut.

Distribusi pupuk tanpa kendala di Sumut diapresiasi Menteri Pertanian Syahul Yasin Limpo (SYL). Menurut Mentan, distribusi pupuk bersubsidi didasarkan pada RDKK yang diajukan oleh petani atau gapoktan di suatu daerah. Ia pun menjamin pupuk bersubsidi sampai di tangan petani yang benar-benar membutuhkan.

“Oleh karena itu, distribusi dilakukan secara tertutup dengan menggunakan data dari eRDKK. Karena jumlah terbatas, untuk mendapatkan pupuk subsidi ada kriteria yang harus dipenuhi. Dengan cara ini, kita ingin memastikan pupuk bersubsidi benar-benar didapat petani yang membutuhkan,” kata Mentan SYL.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy menjelaskan secara rinci detail dasar pemberian pupuk bersubsidi untuk petani. Secara legalitas, kriteria penerima pupuk bersubsidi ditetapkan melalui Permentan Nomor 49 Tahun 2020.

“Petani harus memiliki KTP, memiliki lahan maksimal seluas 2 hektar, tergabung dengan kelompok tani dan telah menyusun eRDKK,” papar Sarwo Edhy, Sabtu (15/5/2021).

Sistem verifikasi pun dilakukan secara bertahap dan berjenjang. Tujuan untuk memastikan validitas penerima pupuk bersubsidi. Proses awal seleksi penerima pupuk bersubsidi dilakukan dari bawah yakni di kelompok tani.

Dari dari kelompok tani kemudian diserahkan kepada kabupaten/kota. “Kemudian data tersebut dilakukan validasi lagi, diverifikasi lagi. Jika sudah sesuai, maka data dikirim ke tingkat provinsi,” papar Sarwo Edhy.

Sebelum akhirnya dikirim ke pusat, di tingkat provinsi data tersebut kembali diverifikasi ulang. Setelah penerima pupuk bersubsidi betul-betul sesuai, maka data diteruskan ke Kementerian Pertanian.

“Di pusat (Kementan), masih diberikan kesempatan agar data tersebut diperbaiki sebelum ditetapkan nama petani dan jumlah pupuk yang didapat setelah disesuaikan,” papar Sarwo Edhy.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sumut, Dahler Lubis menjelaskan, alokasi urea pada tahun 2021 mencapai 154.916 ton atau naik dari tahun lalu yang hanya mencapai 148.426 ton. Begitu juga pupuk SP-36 yang tahun ini dialokasikan sebanyak 38.907 ton dari yang sebelumnya berkisar 36.932 ton, serta pupuk organik yang mencapai 19.918 ton dibanding tahun lalu hanya sekitar 19.638 ton.

“Alokasi pupuk NPK sama seperti tahun lalu, 114.112 ton. Alokasi pupuk ZA mengalami penurunan dari tahun lalu, mencapai 37.555 ton, menjadi 34.008 ton pada 2021,” ujarnya.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *