Ditjen PSP Bangun Dam Parit, Petani Kabupaten Bogor Tanam Kedua di Musim Kemarau

35 0

KABUPATEN BOGOR – Pembangunan dam parit yang dilakukan Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian sangat dirasakan manfaatnya oleh petani yang tergabung di Kelompok Tani Sinar Sugih Mukti, Desa Sukarasa, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor. Mereka bisa melakukan tanam kedua di musim kemarau ini.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pembangunan dam parit ini dilakukan agar produksi tidak terganggu.

“Kita ingin pertanian bisa terus berproduksi dalam kondisi apa pun, termasuk saat musim kemarau dan Covid-19. Kementerian Pertanian turut menjaga hal tersebut dengan membangun dam parit. Kita berharap dam parit bisa dimanfaatkan dengan baik oleh petani dan bisa berdampak pada peningkatan indeks pertanaman,” katanya.

Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Sarwo Edhy mengatakan dam parit harus bisa meningkatkan produksi pertanian.

“Dengan dam parit, kebutuhan air untuk pertanian menjadi terpenuhi. Oleh karena itu, dam parit harus dikelola dengan baik. Harus bisa dimanfaatkan seluruh petani dan turut meningkatkan produksi. Dam parit harus dikelola dengan baik. Poktan dan gapoktan yang ada sekitar dam parit, harus bersama-sama menjaganya,” terangnya.

Sarwo Edhy menambahkan, keberhasilan pembangunan Dam Parit ini tentunya tidak terlepas dari peran tim teknis Dinas Pertanian Kabupaten Bogor.

Pemilihan lokasi Dam Parit diutamakan pada lokasi yang terdapat parit-parit alamiah, sungai-sungai kecil atau saluran drainase yang dapat ditampung dengan debit air yang memadai. Air kemudian dibendung dan dialirkan bagi keperluan irigasi pada musim kemarau dengan minimal debit 5 lt/detik.

Dengan cara ini masalah kekurangan air di lahan sawah Kelompok Tani Sinar Sugih Mukti dan sekitarnya terjawab. Cara ini jiga dilakukan sebagai upaya konservasi air dan antisipasi anomali iklim melalui pembangunan dam parit yang mampu mengoptimalkan aliran air dari mata air Citalahab Bogor yang berjarak sekitar 5 km dari lokasi bangunan dam parit.

Ketua Poktan Sinar Sugih Mukti, Ahmad Royani, mengakui jika dam parit memiliki dampak yang sangat positif buat petani.

“Sebelumnya kita hanya melakukan sekali tanam dan jika dilakukan tanam yang kedua hasil kurang maksimal karena susah air dan risiko gagal panen. Kami ucapan terima kasih kepada Kementerian Pertanian dan Ditjen PSP yang telah memberikan bantuan kegiatan Dam Parit yang sangat dibutuhkan oleh kelompok kami,” tutur Ahmad Royani.

Kasie Pengolahan dan Pemasaran Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor A. Suwandi, menilai kondisi tersebut juga tidak terlepas dari prakiraan BMKG bahwa musim kemarau tahun 2020 cenderung lebih basah jika dibandingkan tahun 2019 dan wilayah Bogor terpantau aman dari peringatan dini kekeringan.

“Alhamdulillah, masa pandemi covid-19 pun tak menyurutkan partisipasi Kelompok Tani Sinar Sugih Mukti untuk memulai pengerjaan bangunan Dam Parit pada awal Mei 2020,” tutur Suwandi.

Ia berharap fisik bangunan bisa selesai dan dapat mensuplai air ke lahan sawah yang sejak bulan Juni 2020 lalu hingga saat ini sebagian besar petani melakukan tanam kedua dengan memanfaatkan suplesi air irigasi dari bangunan Dam Parit yang telah selesai dan berfungsi dengan baik sejak awal Juli 2020 lalu. (WD)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *