Ditjen PSP Bantu Pengairan Petani Sumba Barat dengan Embung

17 0

JAKARTA – Untuk membantu kelancaran pertanian di Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Kementerian Pertanian melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) melakukan pembangunan Embung. Diharapkan, embung bisa membantu petani dalam menghadapi musim kemarau.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, keberadaan air menjadi faktor yang sangat penting buat pertanian. Apalagi di musim kemarau.

“Air sangat penting perannya buat pertanian. Oleh karena itu, kita harus menjamin air tetap tersedia di musim kemarau agar pertanian tidak terganggu. Untuk menjamin ketersediaan air, kita harus bisa memanfaatkan atau mengelola sumber daya air yang ada melalui konservasi air, salah satunya dengan membangun embung,” tutur Mentan SYL, Jumat (14/08/2020).

Ditambahkannya, fenomena perubahan iklim yang terjadi saat ini sangat dirasakan sektor pertanian. Apalagi, pertanian cukup rentan terhadap perubahan iklim.

Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy, mengatakan musim kemarau yang saat ini melanda Tanah Air, telah menyebabkan kekeringan di sejumlah daerah. Hal ini berdampak pada penurunan produktivitas, dan luas areal tanam.

“Kita sudah mengantisipasi hal ini dengan sejumlah kegiatan padat karya. Salah satunya dengan pembangunan embung di Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Adaptasi perubahan iklim melalui embung, merupakan upaya konservasi air yang tepat guna, murah dan spesifik lokasi, serta dapat mengatur ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan air di tingkat usaha tani,” tuturnya.

Di Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, pembangunan embung tahun 2020 dipercayakan kepada Kelompok Tani Embun Pagi yang berada di Desa Dokakaka, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat.

Ditambahkan Sarwo Edhy, pengembangan embung pertanian bertujuan untuk menahan dan menampung aliran air. Terutama yang bersumber dari mata air, curah hujan, sungai dan sumber air lainnya.

“Bentuknya bisa beragam, bisa dalam bentuk embung, long storage dan dam parit yang dimanfaatkan sebagai air irigasi suplementer pada musim kemarau untuk budidaya komoditas tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan,” katanya.

Selain itu, dengan embung petani juga bisa meningkatkan Indeks Pertanaman dan atau produktivitas.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *