Diving di Bali dan Labuan Bajo, Kemenparekraf Ajak Penggiat Sosmed Sosialisasi CHSE

42 0

JAKARTA – Dampak wabah COVID-19 bagi industri pariwisata, khususnya Indonesia tentu sangat berpengaruh cukup serius. Ditutupnya destinasi pariwisata memberikan dampak ekonomi yang cukup besar. Untuk membangkitkan kembali industri pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) gencar menarik minat wisatawan Nusantara (wisnus) untuk mengunjungi destinasi wisata di Indonesia dengan mengimplementasikan protokol CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety & Environment).

Dalam kerangka itu, Kemenparekraf mengundang para penggiat sosial media (sosmed) untuk bekerjasama dalam program wisata pengenalan Familiarization Trip (Famtrip) dengan dengan tema “Sosialisasi CHSE melalui Perjalanan Wisata Pengenalan Minat Khusus Diving Bali–Labuan Bajo” yang dilaksanakan pada tanggal 12 – 16 November 2020. 

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf, Rizki Handayani Mustafa menjelaskan, langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dengan melaksanakan program wisata pengenalan bagi pasar wisata Nusantara maupun mancanegara. “Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk menggerakkan roda perekonomian usaha pariwisata di Indonesia, khususnya minat khusus diving di Bali dan Labuan Bajo,” ujarnya, Rabu (18/11/2020).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Promosi Wisata Minat Khusus, Adella Raung menambahkan, kali ini Kemenparekraf bekerjasama dengan penggiat sosial media Indonesia khususnya di bidang traveling. Mereka adalah Claresta Taufan (@clarestaufan), Rizal Agustin (@mrizag), Stuart Collin (@stuartcollin) dan Yuki Anggia (@yukianggia) untuk Famtrip ke Bali dan Labuan Bajo.

Tujuannya tak lain agar wisatawan Nusantara lebih mengenal destinasi–destinasi yang ada di Indonesia, khususnya destinasi wisata untuk diving di Bali dan Labuan Bajo. “Tujuan dilaksanakannya perjalanan ini untuk memperkenalkan destinasi–destinasi wisata untuk diving di Bali dan Labuan Bajo. Kegiatan ini juga bertujuan menginformasikan bahwa destinasi wisata dengan minat khusus yaitu diving telah siap menyambut para penyelam Nusantara dengan mengimplementasikan protokol CHSE,” tegas Adella.

Adella melanjutkan, nantinya para penggiat sosial media media tersebut akan diajak diving di Perairan Nusa Penida Bali, tepatnya di Manta Point dan Mangrove Point. Berikutnya, mereka akan diajak diving di tiga titik di Labuan Bajo yakni Siaba Besar, Batu Bolong dan Tatawa Besar.

Dive Operator dalam perjalanan ini mengimplementasikan protokol CHSE dengan sangat baik. Diawali pengecekan suhu tubuh dan mencuci tangan sebelum menaiki kapal menuju lokasi diving, kemudian dilanjuti briefing dari dive master sebelum sesi menyelam, setelah itu diberikan peralatan selam yang sudah disetril menggunakan desinfektan dan juga mouth piece baru untuk setiap peserta.

Dilihat dari aspek maskapai, akomodasi, restoran dan destinasi untuk diving di Bali dan Labuan Bajo sudah menerapkan protokol CHSE dengan baik yang mana terdapat stasiun cuci tangan, cek suhu dan menerapkan physical distancing. “Melalui kegiatan ini kami berharap informasi yang akurat tentang kondisi kepariwisataan Indonesia dengan implementasi protokol CHSE dapat tersosialisasikan dengan baik kepada masyarakat,” harap Adella. (*)

Related Post

Karimun Juga Terapkan Gerakan BISA

Posted by - 20 Juli 2020 0
KARIMUN, KEPRI – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar kegiatan Bersih, Indah, Sehat, Aman (BISA) di…

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *