Foto : Istimewa

Dorong Peningkatan Produksi dan IP, Petani Katingan Kuala Pelajari CSA SIMURP

19 0

DESTINASIDIGITAL.COM//KALIMANTAN TENGAH – Untuk meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman (IP), para petani di Katingan Kuala mempelajari pertanian cerdas iklim, atau Climate Smart Agriculture (CSA) proyek SIMURP.

Menurut Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menyatakan bahwa pada masa pandemi Covid-19 serta kondisi apapun pertanian tidak boleh berhenti.

“Pertanian bertugas menyediakan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. Yang artinya insan pertanian, baik petani maupun penyuluh, harus bersama-sama meningkatkan produksi untuk menjaga ketahanan pangan,” katanya, Selasa (6/10/2020).

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan penyuluh pertanian harus bersemangat menjalankan tugas.

“Penyuluh adalah garda terdepan dalam pertanian. Penyuluh harus turun ke lapangan mendampingi petani untuk tetap berproduksi pangan,” katanya.

Kecamatan Katingan Kuala Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah merupakan wilayah kerja BPP Pegatan, salah satu lokasi Proyek Strategic Irrigation Modernization And Urgent Rehabilitation Project (SIMURP)/Proyek Modernisasi Irigasi Strategis dan Rehabilitasi Irigasi Mendesak.

Dalam rangka mencapai output SIMURP, sebanyak 24 petani siap mengikuti Training of Farmer (ToF) Climate Smart Agricultural (CSA)/ Pertanian Cerdas Iklim. Petani tersebut perwakilan dari 24 kelompok tani dari 4 desa, yaitu Desa Makmur Utama, Desa Jaya Makmur, Desa Subur Indah, dan Desa Bumi Subur.

ToF dilaksanakan 5 sampai dengan 7 Oktober 2020 di BPP Pegatan dan dibuka Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Katingan, Yossi S. Djala. Pembukaan ToF dihadiri oleh Pusat Penyuluhan Pertanian, Petugas Provinsi Kalimantan Tengah, Camat, Babinsa, Kepala Desa, Pimpinan dan Penyuluh Pertanian BPP Pegatan, dan 24 peserta.

Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas berharap dari petani peserta ToF ini dapat menyumbang pembangunan pertanian di Kecamatan Katingan Kuala dengan meningkatkan produktivitas lebih tinggi dari sekarang yang rata-rata 3,6 ton per hektar.

“Selain itu kita berharap dalam satu tahun petani dapat bertanam padi dua kali dan satu kali komoditas lain yang dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Penyuluh Pertanian dari Pusat Penyuluhan Pertanian, Susilo Astuti Handayani memberikan wawasan tentang Kostratani dan Arah Penerapan Proyek SIMURP Oleh Petani.

Pelaksanaan ToF ini berdasarkan Surat Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Katingan Nomor: 520/52/Kpts – DP3/IX/2020 tanggal 29 September 2020. Materi yang akan diterima peserta, antara lain Kebijakan Pertanian Cerdas Iklim di Kabupaten Katingan, Sistem Pertanian Cerdas Iklim dan Emisi Rumah Kaca, Penentuan Waktu Tanam Berdasarkan Kalender Tanam, Pengelolaan Sistem Produksi Usahatani di Lahan Rawa Pasang Surut, Penerapan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman Ramah Lingkungan, Pembuatan dan Penggunaan Pupuk Organik dan Mikro Organisme Lokal (MOL), dan Penggunaan Perangkat Uji Tanah Rawa (PUTR). (SA/NF/EZ)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *