Dosen Poltekpar Medan Dibekali Pengetahuan Start Up Lewat Pelatihan Kewirausahaan Dasar di SBM ITB Bandung

111 0

BANDUNG – Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan memberikan pengetahuan dunia Start Up kepada para pendidik melalui kegiatan Pelatihan Kewirausahaan Dasar di Sekolah Manajemen Bisnis Institut Teknologi Bandung, Minggu 15 Desember 2019.

Hal ini sekaligus sebagai bekal untuk bahan ajar kepada para mahasiswa. Apalagi, bisnis Start Up saat ini menjadi sangat trending di Indonesia, terutama di kalangan para anak muda.

Direktur Poltekpar Medan Anwari Masatip mengatakan, pihaknya menyadari bahwa hal ini sangat penting untuk di bekalkan kepada para mahasiswa. Mengingat kewirausahaan telah menjadi bagian dalam kurikulum pendidikan di kampus. Tetapi sebelumnya para tenaga pendidik haruslah memahami dan mengetahui proses terbentuk dan berkembangnya start up seperti apa.

“Bisnis Start Up saat ini adalah salah satu bisnis yang baru berkembang. Bisnis Start Up ini lebih identik bisnis yang berbau teknologi, web, internet dan yang berhubungan dengan ranah tersebut,” tutur Anwari.

Pelatihan kewirausaahaan dasar diikuti oleh 37 tenaga pendidik Politeknik Pariwisata Medan. Tampil sebagai narasumber adalah Dwi Yuliani Lestari. Ia membawakan tentang Social Entrepeneurship Through Village Tourism. Sedangkan realisasi wirausaha disampaikan Saskia. Ia menjelaskan bagaimana usaha beras Ciparay dapat memberikan efek kepada masyarakat desa dan memberikan keuntungan kepada pengusahanya.

Disampaikan bahwa Sosial entrepreneurship saat ini menjadi sebuah keharusan bukan lagi sebuah pilihan. Bisnis start up saat ini upayakan dapat menyelesaikan hal-hal yang berkaitan dengan isu lingkungan, sosial dan ekonomi.

“Khusus untuk mahasiswa pariwisata yang memperoleh pendidikan vokasi mungkin tidak dapat fokus untuk membuat sebuah bisnis tetapi satu hal yang harus di lakukan adalah menanamkan Mindset entrepeneur,” ujar Anwari lagi.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, untuk di Indonesia sendiri perkembangannya bisnis start up cukup bagus dan mengembirakan.

“Setiap tahun banyak founder-founder (pemilik) Startup baru bermunculan di indonesia. Potensi pengguna internet Indonesia yang semakin naik dari tahun ke tahun tentunya merupakan suatu lahan basah untuk mendirikan sebuah Startup” kata Giri.

“Saya mendukung langkah Poltekpar Medan untuk pelaksanaan kegiatan pelatihan ini. Para tenaga pendidik harus mengetahui dan memperoleh pengetahuan terkait bisnis start up. Dengan demikian mereka dapat mengajar mahasiswa dengan baik,” tambahnya.

Pada kesempatan ini tenaga pendidik Poltekpar Medan juga berkesempatan melakukan sharing langsung dengan seorang founder start up Loka Poin Cahyo yang memberikan informasi detail bagaimana proses, strategi dan tantangan apa saja yang di hadapi dalam pembentukan dan pengembangan bisnis Loka Poin.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *