Ekosistem Ekonomi Kreatif Dihadirkan Koneksi READSI Kementan

29 0

BANDUNG – Kantung-kantung ekonomi kreatif berbasis kuliner dibangun program Rural Empowerment Agricultural and Development Scaling Up Initiative (READSI) Kementan. Basis olahannya adalah komoditas hortikultura. Program hilirisasi pertanian tersebut diharapkan semakin optimal menghasilkan value ekonomi.

“Hortikultura sangat potensial dikembangkan sebagai industri dengan nilai ekonomi tinggi. Space hilirisasinya sangat besar dengan produk turunan beragam. Potensi ini harus dimaksimalkan dengan transformasi pengetahuan yang memadai,” ungkap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Membangun banyak kantung ekonomi kreatif berbasis hortikultura, penguatan sumber daya manusia (SDM) pertanian pun diberikan. Berkolaborasi bersama National Program Management Office (NPMO), READSI menggulirkan program e-learning Pengolahan Hasil Hortikultura. Implementasinya pada 22-24 Juli 2021 dengan jumlah peserta 32 orang dari zonasi READSI.

Para peserta yang dilibatkan dalam e-learning Pengolahan Hasil Hortikultura merupakan para Penyuluh dan Fasilitator Desa. Merekalah yang nantinya akan mentransformasikan pengetahuannya kepada petani. Apalagi, Penyuluh dan Fasilitator Desa tersebut berasal dari 16 kabupaten yang menjadi member READSI.

Menurut Mentan SYL setiap pelatihan menjadi momentum terbaik untuk menaikkan skill. Memberi inspirasi untuk menghasilkan produk baru olahan dari hortikultura. “Kementan akan terus memberikan dukungan. Dengan begitu, petani akan sejahtera seiring peningkatan produktivitas dan kualitas pertanian secara menyeluruh,” terangnya.

Momentum terbaik untuk mengeksplorasi komoditas hortikultura memang dimiliki stakeholder pertanian READSI. Digelar 3 hari, e-learning Pengolahan Hasil Hortikultura memakai metode Learning Management System’ (LMS). Peserta akan dilatih mengolah beragam hasil produksi hortikultura. Variasi produknya sangat beragam dan dijamin terserap habis di pasaran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengungkapkan Pelatihan yang diberikan akan mendorong peserta untuk bersikap lebih kreatif.

“Untuk mendapatkan manfaat ekonomi lebih besar memang diperlukan kreativitas. Melalui pelatihan peserta akan mendapatkan solusi terbaik atas usaha pertanian yang dijalankan,” jelas Dedi.

Memantik kreativitas peserta, e-learning Pengolahan Hasil Hortikultura akan menawarkan 4 prodak olahan. Ada eggroll mocapi, abon cabai, cabai blok, hingga manisan tomat. Untuk eggroll mocapi terbuat dari bahan dasar tepung mocaf dan pisang. Dedi menambahkan, petani akan mendapatkan manfaat ekonomi jauh lebih besar bila mengolah komoditas pertanian.

“Sekarang ini sudah bukan lagi jual komoditi mentah. Orientasi petani sudah bergeser jauh dengan melakukan pengolahan komoditas pertanian. Sebab, semakin hilir produk pertanian, manfaat yang akan diterima petani akan lebih besar,” lanjut Dedi lagi.

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *