Embung Pacu Produktivitas Petani Lamongan Melonjak Drastis

373 0

LAMONGAN – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memacu produktivitas petani melalui berbagai macam program yang direalisasikan. Salah satunya adalah program embung untuk Kelompok Tani Sri Rejeki Babatan di Desa Mantup, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Embung terbukti mampu memacu peningkatan produktivitas petani di Lamongan secara drastis.

Menteri pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menerangkan, embung merupakan salah satu program strategis agar kebutuhan petani akan air tak terganggu. Air, kata Mentan SYL, merupakan kebutuhan mendasar yang amat diperlukan oleh petani dan pertanian.

“Oleh karenanya, air menjadi salah satu kunci keberhasilan pertanian kita. Nah, embung ini merupakan program strategis dalam rangka pengairan pertanian, karena pertanian tak boleh terganggu oleh faktor apapun,” tutur Mentan SYL.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menuturkan, Embung akan mengatur pengairan pertanian agar tahan di segala kondisi, baik saat musim hujan maupun musim kemarau. “Melalui embung nantinya pengelolaan air, baik air hujan maupun air tanah akan dikelola dengan baik sesuai kebutuhan,” ujar Ali.

Embung menurut Ali merupakan water management yang bisa dimanfaatkan tak hanya untuk pertanian, tetapi juga untuk hortikultura, perkebunan dan peternakan. “Kita harapkan embung dapat meningkatkan pendapatan petani,” tutur Ali.

Direktur Irigasi Ditjen PSP Kementan, Rahmanto menambahkan, embung merupakan faktor penting yang akan menjaga stabilitas pertanian. Rahmanto menyebut embung akan menjaga ketersediaan air irigasi pertanian utamanya saat kemarau.

Khusus untuk embung Desa Mantup, luas areal yang dijangkau 70 hektar dengan sumber air tadah hujan. Program pengerjaan fisik dimulai pada Maret 2020 dan selesai pada Juni 2020. “Embung ini langsung dimanfaatkan oleh petani oleh mengaliri sawah mereka,” kata Sujarwo, Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kab. Lamongan.

Ketua Kelompok Tani Sri Rejeki Babatan, Sukemi menerangkan, kehadiran embung mampu meningkatkan produktivitas pertanian mereka. “Sebelum ada embung hasil panen kami 70 ton per hektar. Setelah ada embung meningkat menjadi 7.5 ton per hektar,” papar Sukemi.(***)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *