Famtrip Jepang Sambangi Dispar, Labuan Bajo Langsung Tebar Pesona

125 0

LABUAN BAJO – Labuan Bajo punya kesempatan luar biasa. Itu setelah, Kementerian Pariwisata memboyong perwakilan media, komunitas dan blogger/vlogger dari jepang untuk mengeksplorasi Labuan Bajo. Dari mulai Pulau Padar, Pink Beach, hingga Pulau Rinca tak henti membuat decak kagum mereka.

Momentum kedatangan mereka di Labuan Bajo pun langsung dipersembahkan Kemenpar untuk Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Manggarai Barat. Tak ayal, pemerintah daerah itu pun langsung tebar pesona ketika rombongan famtrip menyambangi kantor Dispar Kabupaten Manggarai Barat, Rabu (24/7).

“Banyak hal yang menakjubkan jika anda berpetualang di Labuan Bajo. Anda akan menemukan keindahan alam yang sungguh luar biasa, kekayaan budaya yang sangat beragam, keramahtamahan masyarakatnya, biota laut yang indah serta hewan purba komodo. Pokoknya paket lengkap. Kami sangat luas, dan silahkan datang lagi membawa rekan maupun mengabarkannya ke Jepang,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat Agustinus Rinus, Rabu (24/7).

Kata Rinus, pesona Labuan Bajo memang super lengkap. Labuan Bajo, tidak hanya populer dengan destinasi wisata Taman Nasional Komodo. Kota dengan pemandangan matahari terbenam memukai ini memiliki banyak objek wisata. Di kawasan ini, wisatawan dapat menikmati paket komplit, mulai dari wisata bahari, destinasi dataran yang indah hingga menikmati pemandangan dari atas bukit yang mengagumkan.

Apalagi soal wisata bahari. Labuan Bajo adalah juaranya. Dari sekadar menikmati pantai berpasir putih atau pink, berenang, menikmati pemandangan sunset hingga berburu tantangan untuk memacu adrenalin, menyelam di perairan Kepulauan Komodo.

Tak jauh dari Labuan Bajo, terdapat Pulau Bidadari. Awalnya masyarakat menyebutnya Pulau Bidara, yang diambil dari sejenis pohon kecil penghasil buah yang tumbuh di daerah kering. Pulau ini merupakan salah satu spot terbaik untuk snorkeling dan diving. Pulau Padar, Pink Beach, hingga Pulau Rinca tak pernah berhenti menjadi buah bibir wisatawan yang mengunjungi Labuan Bajo.

Bahkan CNN International travel sudah menempatkan Labuan Bajo sebagai peringkat dua snorkel site terbaik dunia setelah Raja Ampat, mengalahkan Kepulauan Galapagos.

“Labuan Bajo juga merupakan satu dari 10 Bali Baru, atau 10 destinasi prioritas yang menjadi habitat komodo, satu-satunya ‘dinosaurus’ yang masih hidup di muka bumi. Bawah lautnya anda semua telah membuktikan betapa cantiknya alam bawah laut Labuan Bajo. Kini kami bersyukur kami masuk ke dalam super prioritas,” papar Agustinus.

Belum lagi Goa Batu Cermin yang terletak tak jauh dari pusat kota Labuan Bajo. Di destinasi ini wisatawan dibawa berpetualan ke dalam perut bumi. Goa ini memiliki sebuah lubang di bagian atas yang menjadi tempat masuknya sinar matahari. Sinar tersebut kemudian mengenai permukaan air yang memantul di dinding batu dan merefleksikan bayangan air seperti cermin.

Lantas bagai mana budayanya? Kekayaan budaya di Labuan Bajo sungguh tak ternilai. Tari Caci, Rangkuk Alu, Ja’i dan atraksi Nenggo Mbata selalu bisa mempesona wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo.

Yang paling fenomenal tentu Tari Caci. Tarian perang asal Kabupaten Manggarai, NTT ini selalu tampil ekstraordinary. Wisatawan selalu terpukau menyaksikan ketangkasan dua penari laki-laki yang saling ’’bertarung’’ menggunakan cambuk dan perisai. Mereka memainkan cambuk yang terbuat dari kulit sapi dengan hentakan yang cepat dan keras.

Uniknya luka yang timbul akibat hantaman cambuk seolah tidak mereka hiraukan. Bahkan, gelak tawa serta nyanyian pemain mengiringi adegan menegangkan ini. Tidak ada rasa dendam antara kedua pemain Caci, meskipun harus bersimbah darah dalam permainan.

“Labuan Bajo itu bukan alamnya saja yang keren. Budayanya juga paten. Ini membuat Labuan Bajo destinasi yang komplit. Sangat pas untuk menjadi destinasi berlibur wisatawan Jepang. Makanya kami memboyong mereka ke Labuan Bajo,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya yang juga diamini Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional II Kemenpar, Ardi Hermawan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sendiri menilai famtrip ini juga menjadi momentum untuk membuktikan kepada masyarakat Jepang. Dengan famtrip ini, Indonesia seakan ingin menunjukkan bahwa Labuan Bajo merupakan lokasi yang aman, nyaman, dan indahnya untuk berwisata.

“Kita akan terus membangun industri pariwisata dan menjadikan negara-negara Asia, khususnya Jepang sebagai salah satu pasar utama
wisatawan ke Indonesia,” tuturnya.
Selain itu, Menpar AY juga mengategorikan famtrip itu sebagai
selling. Dalam framework BAS. Branding, advertising, selling menjadi
salah satu rumus strategi promosi Kemenpar. “Famtrip, mendatangkan
endorser pariwisata, pelaku bisnis pariwisata, media, itu penting
untuk serangan udara, efektif mempengaruhi opini publik traveler. Itu sebabnya kita mengundang media besar Jepang dan blogger berpengaruh untuk menulis dahsyatnya Wonderful Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *