Famtrip Kemenparekraf Eksplorasi Geosite Open Pit Nam Salu Belitung

45 0

BELITUNG – Sebagai sebuah daerah, Kabupaten Belitung Timur memiliki sejuta wahana wisata yang menarik sekaligus unik dan sangat potensial untuk dikembangkan sebagai andalan wisata daerah tersebut. Di antara sederet destinasi wisata yang dimilikinya, salah satu yang unik dan memiliki nilai historis, namun memiliki panorama alam yang indah adalah Geosite Open Pit Nam Salu.

Terletak di  Desa Senyubuk Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, Geosite Open Pit Nam Salu menjelma menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan. Menelisik sejarahnya, Geosite Open Pit Nam Salu merupakan kawasan bekas tambang timah bawah tanah, yang di tengah-tengahnya terdapat danau serta terowongan bawah tanah.

Untuk mengeksplorasi kawasan obyek wisata Geosite Open Pit Nam Salu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar Familiarization Trip atau Famtrip. Direktur Pemasaran Regional I Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu menjelaskan, kawasan Geosite Open Pit Nam Salu memiliki nilai geologi yang tinggi, sehingga menjadi salah satu faktor penting ketika UNESCO menetapkan Geopark Belitong sebagai UNESCO Global Geopark.

“Sebagai sebuah kawasan obyek wisata Geosite Open Pit Nam Salu memiliki keunikan tersendiri yang menjadi magnit bagi wisatawan untuk datang berkunjung,” kata Vinsensius Jemadu, Sabtu (27/2/2021). Pria yang karib disapa VJ itu melanjutkan, laiknya destinasi wisata, Geosite Open Pit Nam Salu juga menawarkan identitas edukasi kepada wisatawan. Namun begitu, keindahan alam di sekitarnya juga cukup menyegarkan mata wisatawan yang datang berkunjung.

“Jadi, destinasi wisata ini cukup lengkap dengan edukasi dan panorama alam sebagai ujung tombaknya. Fasilitasnya juga mumpuni. Kita berharap situasi dapat segera pulih dan seluruh destinasi wisata di Indonesia, termasuk Open Pit Nam Salu di Belitung ini kembali ramai dikunjungi wisatawan,” harap VJ.

Koordinator Pemasaran Pariwisata Regional I Area I Kemenparekraf/Baparekraf, Taufik Nurhidayat menambahkan, pada masa situasi pandemi Covid-19 saat ini, seluruh destinasi wisata merasakan dampak langsung berupa menurunnya jumlah kunjungan. Famtrip Kemenparekraf/Baparekraf ini, Taufik melanjutkan, diselenggarakan untuk semakin memperkenalkan obyek wisata Geosite Open Pit Nam Salu.

“Sebagaimana kita ketahui, denyut nadi pariwisata itu adalah pergerakan. DNA pariwisata adalah perjalanan wisatawan. Ketika tidak ada pergerakan, maka sektor pariwisata akan berhenti bergeliat. Itu yang kita rasakan setahun belakangan ketika Covid-19 mewabah,” ujarnya.

Melalui Famtrip ini, Taufik berharap obyek wisata Geosite Open Pit Nam Salu semakin dikenal wisatawan dalam dan luar negeri sehingga menambah referensi mereka ketika berlibur ke Pulau Belitung. “Ada banyak pilihan destinasi wisata menarik di Pulau Belitung bergantung dari minat wisatawan, salah satunya adalah Geosite Open Pit Nam Salu ini,” demikian Taufik.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *