Famtrip Kemenparekraf Sambangi Bunaken, Pariwisata Sulut Optimis Bangkit

169 0

MANADO – Kehadiran TA/TO peserta Famtrip Kemenparekraf Manado – Likupang mengunjungi Taman Nasional Bunaken, salah satu tempat wisata alam favorit di Sulawesi Utara, tepatnya di lepas pantai kota Manado, Sabtu 11 Juni 2022.

Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Utara, Henry Kaitjily, mengatakan pihaknya sangat senang Kemenparekraf mengadakan event Famtrip dengan membawa para petinggi TA/TO Asita dan Astindo. Kata dia, Bunaken memang itenary yang wajib dikunjungi jika menyambangi Sulawesi Utara.

“Terima kasih dan tolong bangkitkan lagi pariwisata Sulsel. Bunaken itu destinasi yang ikonik. Objek wisata yang diresmikan pada 1991 ini memiliki luas sekitar 89.065 hektare.
Bunaken kemudian menjelma menjadi objek wisata paling populer di Manado. Kehadiran Famtrip ini semoga menjadi semangat untuk bangkit setelah pandemi ini. Dan kami sangat optimis bangkit,”ujarnya.

Bagi pecinta diving dan snorkeling, Taman Nasional Bunaken adalah destinasi paling ideal untuk disambangi.
“Lokasi ini sudah lama dikenal sebagai salah satu tempat terbaik untuk scuba diving,” katanya.

Untuk sampai ke Bunaken, dari Kota Manado harus menggunakan kapal. Marina Blue Banter dan Marina Nusantara Diving Center dapat ditempuh sekitar 30 menit.

Sesampainya di Marina Blue Banter, wisatawan masih memerlukan 10-15 menit perjalanan. Menuju lokasi penyelaman. Di sini, wisatawan bisa menggunakan kapal pesiar.

Sepanjang perjalanan, wisatawan bakal disuguhi sejumlah pulau besar yang mengelilinginya, seperti Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage, dan Pulau Naen.

Taman Nasional Bunaken merupakan tempat wisata yang terdiri dari beberapa pulau. Destinasi ini memiliki pemandangan bawah air yang menakjubkan dengan berbagai terumbu karang alami. Keunggulan ini merupakan daya tarik bagi wisatawan untuk mengunjungi Bunaken .

Pujian untuk destinasi di Sulawesi Utara juga disampaikan Koordinator Bidang Litbang & SDM DPP Asita Masrura Ram Idjal.
Pemilik PT Jasa Pesta Wisata dan CEO platform pemasaran online hayo.travel itu menilai destinasi yang dimiliki Sulawesi Utara sangat lengkap.

“Paket perjalanan istimewa bisa dihadirkan untuk destinasi Sulawesi Utara. Apalagi, tempat ini memiliki keindahan dari pegunungan hingga ke dalam laut. Pengalaman berharga akan didapat wisatawan dari tempat ini,” kata
Masrura Ram Idjal, yang baru menyelesaikan PhD nya di Oxford tentang Pengembangan Desa Wisata.

Ketua Umum ASTINDO sekaligus Presiden FATA (Federation of Asean Travel Association), Pauline Suharno, mengatakan Bunaken sudah dikenal sejak lama karena keindahan taman lautnya dan menjadi daya tarik utama pecinta laut.

“Sudah seharusnya para pengunjung dapat ikut turut berperan aktif dalam kelestarian lingkungan hidup.
Pelepasan anak tukik, penanaman mangrove, menjadi cara untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan, terutama untuk generasi sekarang yang lebih peduli lingkungan,” katanya.

Keindahan bawah laut Taman Nasional Bunaken memang tak terbantahkan. Kawasan ini mempunyai biodiversitas laut tertinggi dunia ini memiliki puluhan titik dengan kedalaman bervariasi. Sehingga tak heran jika Taman Laut Bunaken kerap “menyihir” para penyelam yang menjajalnya.

Di kawasan ini terdapat 13 jenis dinding karang raksasa yang menjulang vertikal dan melengkung. Pemandangannya sangat memesona, terlebih dengan keunikan terowongan-terowongan mungil di bawah laut.

Penyelam akan dimanjakan dengan pemandangan ribuan spesies dari sekitar 58 genus ikan. Jika beruntung, Anda dapat melihat penghuni Bunaken paling tenar, yaitu penyu sisik Hawksbill.

Taman Nasional Bunaken juga bisa dijadikan tempat jika ingin sekadar snorkeling. Terdapat ribuan spesies ikan dan ratusan spesies terumbu karang yang bisa memanjakan mata.

Usai bermain air, Anda pun dapat menikmati beragam hidangan khas di sana, seperti Tinutuan, Cakalang Fufu, Sambal Roa, dan aneka menu lainnya. Aneka seafood segar dipadukan dengan aneka sambal khas Manado yang pedas dan memanjakan lidah tentunya.

Daya tarik lainnya dari pantai ini adalah adanya hutan mangrove. Tidak seperti pantai-pantai biasanya, pantai indah satu ini dilengkapi juga dengan hutan mangrove. Tentu dengan adanya kawasan hutan ini, akan mengundang lebih banyak wisatawan untuk datang. Hutan mangrove ini berada tidak jauh dari area pantai. Wisatawan dapat menyambanginya dalam waktu yang singkat.

Kawasan hutan ini berlokasi di sebelah selatan dari Taman Nasional Bunaken. Sembari menyusuri jalan menuju kawasan hutan mangrove, wisatawan bisa berinteraksi dengan penduduk sekitar. Hal ini juga dapat menghasilkan sebuah manfaat bersosialisasi, belum lagi masyarakat di sekitar pantai ini terkenal akan keramahannya. Merupakan liburan yang mengesankan jika berada di sini.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.