Festival Batar Manaik Perkaya Atraksi Budaya NTT

116 0

MALAKA – Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu destinasi terbaik di Indonesia. Destinasinya banyak. Namanya pun sudah mendunia. Budayanya luar biasa. Ada banyak tradisi yang menjadi menu wajib para petualang.

Salah satunya upacara adat Batar Manaik di Malaka, NTT. Sebuah tradisi yang melengkapi kekayaan budaya NTT. Upacara ini akan digelar pada, Jumat (27/9).

“Tradisi Batar Manaik Malaka yang sudah berlangsung turun-temurun ratusan tahun. Sebuah tradisi yang menarik dan menjadi ikon pariwisata Kabupaten Malaka karena banyak mengandung filosofi dan nilai budaya,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani, Rabu (25/9).

Rizki menjamin wisatawan yang datang ke upacara ini bakal menemukan eksotisme terbaik NTT. Karena upacara ini diikuti oleh berbagai suku yang ada di Malaka. Mulai dari suku Tafatik Katuas Uma Bot Liurai, Ni Ha’a, Suku Tahakae, Suku Kailaku, Suku Leki Metan, Suku Bere Seran, Suku Taroi dan Suku Uma Bot.

Semua akan all out memakai pakaian adat terbaiknya. Bukan itu saja, berbagai atraksi budaya seperti Tarian Tebe Bot, Tarian Lalok Dato, Tarian Likurai dan Hananu Hare dipersiapkan untuk memeriahkan puncak acara.

“Yang pasti sangat menarik untuk disaksikan. Dan semua akan berpadu manis dengan indahnya alam NTT. Jadi silahkan datang dan nikmati eksotisme alam dan budaya tanah Timor,” ujar Rizki.

Hal ini pun ikut diamini Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani. Menurutnya sudah sepatutnya kekayaan budaya seperti ini terus dipertahankan. Disatu sisi festival ini semakin memupuk kecintaan generasi muda terhadap budaya itu sendiri.

“Kalau Pak Menpar Arief Yahya bilang, budaya itu semakin dilestarikan semakin mensejahterakan. Karena memang laku dijual ke wisatawan mancanegara,” papar Ricky.

Disatu sisi, menurut Ricky, atraksi wisata sangat penting untuk mendorong minat wisatawan untuk berwisata ke Malaka. Apalagi Malaka ini memiliki pesona yang tak terbantahkan. Belum lagi kedekatan teritori dengan Timor Leste yang secara adat masih lah sama.

“Kabupaten Malaka memiliki potensi yang luar biasa yang layak untuk dikembangkan. Kemenpar memiliki kewajiban untuk memperkenalkan potensi-potensi itu. Makanya kami akan terus mendorong berbagai event wisata di daerah ini,” ungkap Ricky.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun sependapat. Dirinya sangat mendukung berbagai atraksi yang semakin masif digelar di NTT. Karena dengan itu, segala potensi yang ada akan semakin terdengar ke luar.

“Konsep pengembangan destinasi itu selalu 3A. Aksesnya baik, amenitasnya baik lalu didukung dengan atraksi yang berstandar global untuk mengundang wisatawan datang. Kalau selama ini hanya terkenal Labuan Bajo dan sekitarnya, kini daerah lainnya juga harus didorong. Aksesnya sudah baik. Ada penerbangan langsung dari Kupang ke Atambua yang berdekatan dengan Malaka. Amenitasnya juga sudah bagus. Tinggal atraksi berkelas yang menarik yang harus terus digelar di sana,” tutup Menteri yang pakar marketing itu. (*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *