Fungsi BPP di Solok Dimaksimalkan dengan Kostratani

161 0

Kabupaten SOLOK – Untuk mendukung pembangunan pertanian, Kementerian Pertanian memaksimalkan kerja Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) melalui gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani). Hal ini juga yang dilakukan di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pembangunan pertanian dilakukan dari lapangan.

“Pertanian adalah kegiatan lapangan. Sehingga pembangunan pertanian kita lakukan dari lapangan dengan memaksimalkan program Kostratani,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menegaskan Kostratani akan memaksimalkan peran dan fungsi BPP sebagai Pusat Data dan Informasi, Pusat Gerakan Pembangunan, Pusat Pembelajaran, Pusat Konsultasi Agtibisnis, dan Pusat Pengembangan Jaringan Kemitraan.

“Kementerian Pertanian memperkuat BPP melalui gerakan Kostratani. Yang diperkuat adalah sarana dan prasarananya. BPP kita lengkapi dengan komputer dan IT sehingga bisa terhubung dengan AWR di Kementerian Pertanian,” katanya.

Ditambahkannya, BPP Kostratani nanti lebih dari sekadar tempat data dan informasi.

“Nantinya semua fungsi BPP Kostratani akan kita maksimalkan, seperti sebagai tempat demplot dan belajar, juga sebagai tempat konsultasi, dan lainnya,” terang Dedi Nursyamsi.

Hal yang sama disampaikan pada rapat kerja kepala BPP se Kabupaten Solok. Kegiatan ini dihadiri Kepala Bidang Penyuluhan Yossi Agusta, Kasi Metode dan Informasi Penyuluhan Bidluh Dinas Pertanian Solok Noviarti, dan Kepala BPP Payung Sekaki, Iswarman, memberikan arahan bagaimana mengembalikan fungsi BPP melalui program Kostratani.

Rapat kerja kepala BPP dilangsungkan 9 Maret 2021, di BPP Payung Sekaki. Kegiatan itu dilakukan sebagai bagian penguatan kelembagaan penyuluhan dan penyelenggaraan penyuluhan pertanian di Kabupaten Solok 2021.

“Peran BPP sebagai pusat koordinasi gerakkan pembangunan pertanian di kecamatan, perlu ditingkatkan dalam upaya mensukseskan program peningkatan produksi 11 komoditi unggulan strategis nasional,” ujar Dedi Nursyamsi lagi.

Disamping itu, dilakukan juga pembenahan BPP sebagai pusat data dan informasi pertanian berbasis ITE dan melengkapi data keragaan potensi wilayah disetiap BPP.

“Untuk memfungsikan BPP sebagai diseminasi inovasi teknologi pertanian, diupayakan setiap BPP melakukan kaji terap, membuat demplot di lahan percontohan BPP secara swadaya,” jelasnya.

Dengan Rapat kerja kepala BPP secara begiliran, setiap BPP didorong untuk berbenah serta berlomba untuk menampilkan potret BPP masing masing. Sehingga akan memberikan dampak yang signifikan terhadap pelaksanaan program Kostratani yang menjadi program unggulan Kementan.

Kepala Bidang Penyuluhan Yossi Agusta, menyampaikan pentingnya membangun komunikasi efektif dengan KJF PP Kabupaten.

“Tujuannya untuk mencari solusi, dan strategi apa yang efektif untuk mengungkit potensi sumberdaya penyuluh untuk mau melakukan percepatan implementasi peran dan fungsi BPP,” katanya.

Menurut Kasi Metode dan Informasi Penyuluhan Pertanian Noviarti, untuk melaksanakan peran BPP sebagai pusat pembelajaran dan diseminasi inovasi teknologi pertanian, penyuluh harus aktif, kreatif memilih dan menerapkan berbagai metode penyuluhan yang telah disepakati dalam penyusunan programa penyuluhan kecamatan.

“Penyuluh Pertanian dituntut untuk melakukan pengembangan kompetensi diri sebagai pejabat profesi, baik melalui training Penyuluh Pertanian di BPP maupun melalui kegiatan webinar yang diselenggarakan oleh pihak terkait lingkup pertanian,” ujar Noviarti.

Ditambahkannya, penyuluh harus mampu menggali dan mengembangkan metode penyuluhan pertanian dalam melakukan transformasi inovasi teknologi kepada pelaku utama pertanian guna menjawab persoalan yang dihadapi.

Penyuluh Pertanian pun harus terampil dalam memilih, memilah dan menerapkan metode penyuluhan yang efektif sekalipun tak ada satupun metode penyuluhan yang efektif kecuali mengkombinasikannya untuk merubah perilaku petani dalam menerima inovasi teknologi yang dianjurkan.(MJ/PF/EZ)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *