Gelombang 12 Pelatihan Petani dan Penyuluh Disambut Antusias di NTT

28 0

KUPANG – Pelatihan Petani dan Penyuluh yang digelar Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) telah bergulir hingga gelombang ke 12. Antusiasme dari peserta penyuluh dan petani sangat luar biasa, terlihat dari banyaknya jumlah partisipan di tiap sesi pelatihan.
Salah satu UPT Pelatihan di bawah BPPSDMP, Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang berkesempatan menjadi penanggungjawab di sesi ke 12.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat membuka Pelatihan Petani dan Penyuluh (06/08/2021) lalu menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM dan manajemen pertanian maju, mandiri dan modern akan terus difokuskan. Menurutnya pertanian sebagai sektor yang pasti menjanjikan dan menguntungkan.

“Pelatihan ini sebagai upaya Kementerian Pertanian dalam menggenjot SDM untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi dan daya saing sehingga berujung pada peningkatan produksi. Kebangkitan pertanian harus diawali dari kebangkitan SDM, yaitu petani, penyuluh, petani milenial, poktan dan gapoktan”, tegasnya.

Sementara Kepala Badan PPSDMP Dedi Nursyamsi saat memberikan materi pada sesi gelombang 12 mengatakan bahwa Bapak Presiden telah memberikan arahan yang perlu diresapi bersama terlebih oleh penyuluh dan petani. “Penyuluh dan Petani harus terus belajar dan berlatih bagaimana cara menanam yang baik, mengolah tanah yang bagus, mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman, pemupukan berimbang, memilih varietas yang baik agar produksi tinggi dan untungnya banyak, pengolahan pasca panen, cara mengemas dan sampai pemasaran yang baik, itu yang harus kita camkan dari arahan Presiden”, ujar Dedi.

Ditambahkannya Petani dan Penyuluh juga harus kuasai teknologi internet dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang dilakukan sekarang ini untuk manfaatkan peluang untuk meningkatkan nilai tambah.

“Pertanian itu harus memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan petani agar petani mampu menghidupi keluarganya. Selain itu Petani Indonesia harus kompetitif dan berdaya saing. Banyak komoditas yang seharusnya bisa kita tanam sendiri dan kelola sendiri tetapi kenapa masih sering diimpor, inilah yang menjadi tantangan bagi kita kedepannya dan harus kita jawab. Ingat, daya saing produk-produk Indonesia akan meningkat jika produktivitasnya juga tinggi”, tambahnya.

Pelatihan Petani dan Penyuluh sesi 12 ini di lakukan di beberapa titik kumpul pada beberapa P4S di NTT sebagai tempat untuk mengikuti pelatihan virtual. Kegiatan dimulai dengan pemaparan materi terkait Kebijakan Pemupukan Nasional, dilanjutkan dengan narasumber dari Kemenko Perekonomian terkait Program KUR dan Proses Penyaluran serta penyusunan Anggaran KUR dan di akhiri dengan materi terkait Strategi Pengajuan KUR dengan narasumber dari Bank BRI.

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *