Gerakan Pakai Masker Selamatkan Pariwisata dan Perekonomian Nasional

26 0

BANYUWANGI – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menginisiasi Gerakan Pakai Masker (GPM) dan Gerakan Bersih, Indah, Sehat, Aman (BISA). Khusus untuk Gerakan Pakai Masker, dr Grace Hananta menilai hal ini merupakan kebutuhan baru di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini. Bagi dia, sektor pariwisata juga harus memperhatikan betul bagaimana penggunaan masker di destinasi wisata yang dikelolanya. Sebab, katanya, aspek kesehatan dan kebersihan merupakan salah satu pilar utama bagi wisatawan untuk menentukan mengunjungi atau tidak sebuah destinasi wisata.

“Saat ini, wisatawan akan memperhatikan betul aspek kesehatan dalam konteks protokol kesehatan di masa pandemi sebelum akhirnya menentukan pilihan untuk melakukan perjalanan wisata,” ujar dr Grace, Minggu (6/9/2020). Gerakan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan harus diterapkan dan menjadi model baru bagi destinasi wisata agar bisa dikunjungi oleh wisatawan. “3M itu adalah syarat mutlak bagi pengelola destinasi wisata untuk dapat terus bertahan di masa pandemi ini,” katanya.

Ia berharap Gerakan Pakai Masker dapat terus digaungkan sehingga menimbulkan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan dalam berwisata. Sebab, dengan menggunakan masker maka memperkecil risiko penularan virus Covid-19. “Menggunakan masker tak hanya untuk kesehatan semata, tetapi lebih jauh daripada itu yakni menyelamatkan pariwisata dan menggerakkan kembali roda perekonomian nasional,. Mari kita bersama-sama mengampanyekan berwisata dengan protokol kesehatan” ujarnya.

Deputi Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf, Kurleni Ukar mengajak pemangku kepentingan yang hadir untuk bersama-sama mengendalikan penularan Covid-19.

Deputi Kebijakan Strategis meminta kepada stakeholder pariwisata untuk membangun destinasi wisatanya sesuai standar protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Pengelola destinasi, pemangku kepentingan dan masyarakat diharapkan selalu menjalankan 3M yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan sebagai kebiasaan baru dan wajib dijalankan.

Dengan begitu, wisatawan akan merasa aman dsn terlindungi ketika melakukan perjalanan wisata ke suatu destinasi. Health and hygiene serta safety and security merupakan dua faktor penilaian dalam Travel and Tourism Competitiveness Index akan menjadi prioritas utama bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Penerapan protokol kesehatan tak hanya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, namun harus terus digalakkan oleh stakeholder pariwisata, sehingga sektor pariwisata dapat tetap produktif dan aman.

Masih berdasarkan Travel and Tourism Competitiveness Index, daya saing pariwisata Indonesia berada pada posisi 102 dari 140 negara. Melalui kegiatan ini, Kurleni Ukar berharap dapat membangkitkan nilai indeks pariwisata Indonesia. Kita ingin membangkitkan kembali pariwisata dan ekonomi kreatif. Diharapkan penerapan protokol kesehatan secara disiplin dengan penuh kesadaran serta kesiapan destinasi di era new normal dapat meningkatkan kualitas daya saing pariwisata Indonesia dan mengembalikan kepercayaan wisatawan sehingga dapat menghidupkan kembali sektor pariwisata.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Budaya Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengucapkan terima kasih gerakan BISA dan Gerakan Pakai Masker diselenggarkan di Bromo Tengger Semeru. “Melalui gerakan ini kami optimistis akan membangkitkan kembali industri pariwisata dan menciptakan kepercayaan kepada wisatawan domestik dan mancanegara kalau wisata kita aman dan mematuhi protokol kesehatan,” ucapnya.

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *