Hadir di Festival Morotai 2019, Jangan Lupa Kunjungi Museum Swadaya

183 0

MOROTAI – Tidak lengkap rasanya berkunjung ke Festival Morotai tanpa ke destinasi sejarahnya. Tepatnya ke Museum Swadaya Morotai Museum ini kaya akan sejarah. Ada cerita kepahlawanan. Mau hunting foto ada di sini. Lengkap. Dijamin dapat experience baru.

Museum Swadaya Morotai lokasinya asyik buat berlibur. Apalagi sambil belajar cara milenial. Tempatnya oke, kaya akan cerita.

Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba mengatakan, Museum Swadaya menjadi salah satu tempat destinasi wisata sejarah di Morotai.

“Museum Swadaya banyak menyimpan peninggalan perang dunia kedua. Terutama barang-barang para tentara Amerika dan Jepang saat berada di Morotai. Bagi yang penasaran, ingin tahu keterlibatan Morotai dalam perang dunia kedua. Silakan datang dan lihat sejarah Morotai,” tuturnya, Selasa (6/8).

Museum Swadaya berada di Jalan Amerika, Desa Tubela, Bom Magolong. Maluku Utara. Museum ini berukuran 2×2 meter, terletak di samping rumah pengelola. Museum ini beratapkan seng dan dinding terbuat dari kayu. Tidak ada pendingin ruangan ataupun papan petunjuk.

Museum ini menarik minat wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara. Museum ini terdiri dari papan berisi foto dari berbagai lembaga asing dan tulisan sejarah Perang Dunia II. Benda-benda pajangannya berupa atribut pakaian tentara, alat makan-minum, koin, peluru, beberapa senjata berat, peralatan sandi, dan alat instalasi listrik.

Pemilik Museum Swadaya Muhlis, mengaku cukup tahu tentang keberadaan pasukan Jepang dan Sekutu di Pulau Morotai. Hal ini Ia terangkan kepada pengunjung museum.

“Museum Swadaya banyak dikunjungi peneliti, komunitas sejarah, maupun siswa sekolah yang ingin belajar tentang sejarah. Banyak anak-anak sekolah yang memiliki minat pada sejarah bolak-balik datang ke sini,” kata Muhlis.

Museum Swadaya disulap menjadi ‘museum darurat’. Tempat ini banyak dikunjungi wisatawan, yang berasal dari negara-negara yang terlibat Perang Dunia kedua. Seperti Australia, Amerika Serikat, Belanda, dan Jepang.

Ketua Tim Pelaksana CoE Esthy Reko Astuty mengatakan, Sejarah Morotai dapat menjadi sebuah destinasi wisata sejarah Morotai. Museum ini sebagai tempat yang recommended untuk mengetahui tentang perang dunia kedua, disaat Festival Morotai 2019.

“Morotai bukan hanya memnyimpan sejarah buat Indonesia. Tetapi juga buat dunia. Karena, menjadi bagian dari sejarah Perang Dunia II. Ada jejak sejarah yang tidak bisa dihilangkan,” paparnya.

Sedangkan Deputi Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizky Handayani menambahkan, Morotai menjadi saksi dahsyatnya perang dunia kedua.

“Rakyat Morotai dan wisatawan dapat melihat dan mempelajari peranan Morotai pada masa Perang Dunia Kedua. Silakan sambangi Museum Swadaya setelah menyaksikan Festival Morotai 2019,” katanya.

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, Morotai identik dengan Perang Dunia, terutama Perang Dunia ke II. Destinasi wisata sejarah akan memperkuat branding Morotai di mata dunia.

“Berbagai kisah heroik hadir di Pulau Morotai. Mulai dari Mac Atrthur hingga Teruo Nakamura bahkan Herlina Kasim, si Pending Emas pejuang pembebasan Irian Jaya. Morotai menjadi saksi bisu perang dunia kedua,” tutur Menteri Pariwisata Arief Yahya.(***)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *