Hingga 28 Mei, Realisasi KUR Capai Rp 18 Triliun

80 0

JAKARTA – Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepertinya makin diminati petani, termasuk juga petani milenial. Jumlah petani memanfaatkan program ini terus bertambah. Berdasarkan data dari SMI Ditjen Perben Kemenkeu, hingga 28 Mei 2020 realisasi KUR pertanian mencapai angka Rp 18 triliun.

Menurut Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, KUR bisa menjadi solusi buat para petani yang butuh modal, termasuk juga para petani milenial.

“Pertanian ini memiliki banyak sekali sektor usaha yang bisa dimanfaatkan petani, termasuk juga petani milenial. Biasanya, permasalahan yang mereka hadapi adalah permodalan. Namun, permasalahan tersebut bisa diatasi dengan memanfaatkan KUR,” papar Menteri SYL, Sabtu (30/05/2020).

Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Sarwo Edhy, mengatakan realisasi KUR sebesar Rp 18 triliun tersebut terbagi dalam 6 sektor.

“Petani diberbagai sektor telah memanfaatkan dana KUR untuk mengembangkan usaha tani mereka. Keenam sektor itu adalah tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, kombinasi pertanian/perkebunan dengan peternakan, dan jasa pertanian, perkebunan, serta peternakan,” terang Sarwo Edhy.

Dijelaskannya, para debitur memanfaatkan bank-bank penyalur KUR yang telah menjalin kerjasama dengan Kementan, yaitu Bank BNI, BRI, Mandiri, dan sejumlah bank daerah.

Total debitur yang memanfaatkan KUR hingga 28 Mei 2020 adalah 669,598 orang. Dengan rincian, 567,514 tercatat sebagai debitur BRI, 21,963 debitur BNI, 57,651 debitur di Bank Mandiri, serta sebanyak 22,470 menjadi debitur di bank lain, termasuk bank daerah.

“Keputusan menjalin kerjasama dengan sejumlah bank ini dilakukan untuk mempermudah petani dalam mengurus KUR. Bank-bank penyalur juga melakukan jemput bola dengan mendatangi para petani. Kita harap jumlah ini semakin meningkat sehingga produksi juga bertambah dan petani mendapatkan kesejahteraan,” paparnya.

SMI Ditjen Perben Kemenkeu mencatat, provinsi dengan realisasi KUR tertinggi adalah Jawa Timur dengan angka Rp 4.473.447.424.599. Kemudian Jawa Tengah dengan realisasi sebesar Rp 3.171.838.698.014, diikuti Sulawesi Selatan (Rp 1.454.954.785.050), Lampung (Rp 1.019.382.416.844), dan Riau (Rp 1.007.093.700.000).(***)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *