Ikuti Bimtek Tourism 4.0, 100 Peserta Siap Lambungkan Pariwisata Tasikmalaya

213 0

DESTINASIDIGITAL.COM, TASIKMALAYA – Tasikmalaya siap terapkan konsep Tourism 4.0. Optimisme ini digelembungkan usai Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategi Pemasaran Pariwisata di Era 4.0. Programnya diikuti oleh 100 orang peserta. Mereka dari berbagai latar belakang dengan acuan ABCGM (Akademisi, Business, Community, Government, dan Media).

Bimtek Strategi Pemasaran Pariwisata di Era 4.0 digelar Sabtu (16/3). Lokasinya berada di Hotel Horison, Jalan Yudanegara, Tasikmalaya, Jawa Barat. Digelar sehari, Bimtek menunjuk 3 narasumber kompeten. Sebut saja, Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah. Ferdiansyah memaparkan Strategi dan Komunikasi Dalam Pemasaran Pariwisata.

Narasumber lainnya, Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi I pada Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Hariyanto. Hariyanto memaparkan strategi memenangkan persaingan di era 4.0. Hadir juga Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Tasikmalaya Asep Saeful Bachri. Materi bahasannya, Strategi Pemasaran Pariwisata Kabupaten Pasikmalaya di Era Revolusi Industri 4.0.

“Potensi besar dimiliki pariwisata Tasikmalaya. Keunggulan ini harus dimanfaatkan. Setelah Bimtek ini, para stakeholder pariwisata di Tasikmalaya sudah mengerti posisinya. Strategi hingga langkah konkrit akan dilakukan guna menaikan performa pariwisata Tasikmalaya,” terang Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah, Sabtu (16/3).

Digulirkan mulai pukul 09.00 WIB, Bimtek diawali dengan opening ceremony. Ada juga aksi kesenian Anak-Anak Berkebutuhan Khusus. Mereka ini adalah anak-anak binaan dari Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah dan sudah perform lebih dari 100 kali. Ferdiansyah menambahkan, akselerasi penerapan konsep Tourism 4.0 di Tasikmala akan mengalami percepatan.

“Sinergi luar biasa dilakukan para stakeholder pariwisata di Tasikmalaya. Mereka juga sangat adaptif terhadap pengetahuan baru. Sebagai perwakilan mereka, saya tentu siap membantu dan berkolaborasi. Saya optimistis, pariwisata Tasikmalaya akan semakin maju setelah menerapkan konsep Tourism 4.0,” lanjut Ferdiansyah.

Dikenal sebagai Millennials Tourism, Tourism 4.0 ini tumbuh sangat pesat. Mengacu data BPS 2016, slot 50% dari inbound traveller merupakan kaum milenial. Dengan dasar ini, Kemenpar membidik market milenial dengan jumlah 10 Juta wisman. Menariknya, mereka ini sangat mengandalkan teknologi digital dalam setiap aktivitas pariwisatanya.

Berdasarkan informasi Deloitte Consulting Southeast Asia 2019, bahwa aktivitas global tour dan booking hingga 40% dilakukan secara online. Penegasannya, 27% wisman mengandalkan smartphone dan 21% dari tablet. Ekspresi para wisman ditunjukan 70% melalui foto di media sosial. Bila acuannya Tiongkok, pasar ini memiliki 70% independent traveller, lalu 23% diantaranya berusia 15-29 tahun.

“Tasikmalaya memiliki banyak daya tarik wisata. Infrastruktur pendukungnya pun lengkap dan bagus. Komponen ini akan semakin maksimal bila konsep Tourism 4.0 diterapkan secara komprehensif. Tinggal menyiapkan konten-konten terbaik untuk branding,” papar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani

Untuk mengoptimalkan hasilnya, beragam formulasi terbaik sudah disiapkan Kemenpar. Ada 3 ‘senjata’ yang disiapkan, seperti Ordinary Effort berupa Branding, Advertising, dan Selling. Komposisi lainnya berupa Extra Ordinary Efforts dengan Incentive access, Hot deals, dan CDM. Formula ke-3 berupa Super Extra Ordinary Effort. Implementasinya berupa, Border Tourism, Tourism Hub, dan Low Cost Terminal.

“Ada banyak sekali inspirasi yang diberikan dari Bimtek. Bagaimanapun, ekosistem pariwisata ke depan adalah digital. Konsep ini diaplikasikan para traveler’s customer journe mulai dari look, book, hingga pay-nya. Apalagi, Tasikmalaya ini didukung infrastruktur dengan kualitas bagus,” jelas Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi I pada Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Hariyanto.

Tasikmalaya memang didukung aspek akomodasi terbaik. Mengacu data 2017, Tasikmalaya memiliki 20 hotel dengan jumlah kamar 376 lalu ada 607 tempat tidur. Kota Santri ini juga didukung sekitar 14 destinasi wisata pada 2017. Basic-nya alam dan budaya. Ada destinasi Cipanas Galunggung, Kampung Naga, Pantai Karangtawulan, Pantai Sindangkerta, Waterpark Ampera, hingga Situ Sanghiyang.

Melangkapi potensinya, Tasikmalaya juga menyajikan kuliner terbaik. Menu set Tasikmalaya bervarisasi, bahkan pembukanya berupa Kelontong Manis dan Ladu. Menu utamanya berupa Sop Ikan Gurame dan Lengko Ayam, lalu penutupnya Es Bojong atau Kalua Jeruk. Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Tasikmalaya Asep Saeful Bachri menjelaskan, Bimtek memberi efek positif.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Kemenpar yang menggelar Bimtek ini di Tasikmalaya. Pariwisata Tasikmalaya siap merebut pasar pariwisata di era 4.0 ini. Identifikasi potensi daerah secara menyeluruh sudah dilakukan. Kami tentu akan terus kembangkan. Tasikmalaya akan hadirkan banyak destinasi baru dengan promosi digital lebih masif. Kami optimistis, arus wisatawan akan besar,” tegas Asep.

Dengan komposisi lengkap, Tasikmalaya dikunjungi sekitar 1,42 Juta disepanjang 2017. Komposisinya adalah 3.013 wisman lalu sianya wisnus. Mereka tersebar merata di destinasi yang ada di Tasikmalaya. Untuk wisman, pergerakannya terpusat di destinasi Kampung Naga dengan jumlah 2.933 orang. Ada juga 67 orang wisman yang megunjungi destinasi Cipanas Galunggung.

Setelah Tasikmalaya, Bimtek dilanjutkan di Garut pada Minggu (17/3). Venuenya di Hotel Fave, Jalan Cimanuk, Garut, Jawa Barat. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengungkapkan, daerah perlu memahami konsep Tourism 4.0 agar branding potensi pariwisatanya semakin optimal. Sebab, daerah saat ini memiliki seluruh piranti pariwisata untuk lebih maju.

“Bimtek ini menjadi kebutuhan yang penting. Sebab, ada beragam informasi dan program yang harus disampaikan kepada daerah. Tujuannya, agar pariwisata di Tasikmalaya terus berkembang. Selain dari atraksinya, aksesibilitas dan amenitas di Tasikmalaya itu luar biasa. Tinggal butuh strategi branding yang tepat dan itu sudah disampaikan melalui Bimtek,” tutup Menpar.(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *